Langsung ke konten utama

Postingan

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan?

Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik

2. Kekerasan Psikis

3. Kekerasan Ekonomi

4. Kekerasan Seksual

Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho!

Tahu Apa Itu Revenge Porn?






Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan

Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis


<
Postingan terbaru

Informasi Lembaga Layanan: Jika Kamu Mengalami Kekerasan dalam Relasi Romantis

Apa yang harus saya lakukan jika mengalaminya?

Hal pertama yang harus kita sadari adalah bahwa kita tidak bersalah. Kekerasan yang terjadi padamu adalah murni kesalahan pelaku. Selanjutnya kamu bisa bercerita pada orang yang dipercaya, seperti keluarga, kawan, atau LSM/NGO/WCC/Komunitas terkait.

Pahamilah bahwa sesungguhnya kamu dapat mengakses bentuk layanan sebagai berikut:

1. Mendokumentasikan dan Melaporkan Jangan malu dan jangan ragu untuk mendokumentasikan kejadian juga bukti kekerasan yang kamu punya ke Unit Pelayanan Perempuan & Anak (UPPA) di Polda atau Polres terdekat.

2. Layanan Psikologi
Layanan berupa pendampingan dan konseling dapat memberikan kenyamanan bagi korban untuk menyampaikan masalahnya. Jika kamu menjadi korban dan merasa membutuhkan layanan seperti ini, jangan ragu untuk mencari informasi tentang layanan seperti ini yang terdekat denganmu.

3. Layanan Pendampingan Hukum
Layanan ini akan membantu korban untuk hal yang berkaitan dengan materi hukum yang berlaku dan t…

Get To Know HelpNona




Who We Are HelpNona adalah inisiatif sosial yang berdiri sejak Oktober 2015 dan bertujuan untuk membangun ruang diskusi pada isu  kekerasan oleh pasangan dan dukungan serta ruang aman bagi penyintas kekerasan oleh pasangan. 
Goal utama HelpNona adalah membangun awareness tentang bentuk relasi romantis yang bebas kekerasan. #HelpNona percaya bahwa setiap individu, utamanya perempuan yang kerap memiliki kerentanan dalam mengalami kekerasan, punya suara yang beragam untuk menuturkan suaranya. Oleh karenanya melalui #HelpNona, kami mencoba untuk mewujudkan safe space dalam mendiskusikan isu intimate partner violence baik melalui ranah online maupun offline. Karena pada siapapun, bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan. 
Mari bersama berbagi daya, menjadi katalis perubahan bagi lingkungan sekitar. Yuk, say no to intimate partner violence. #CintaBukanLuka adalah kampanye yang ingin kami sampaikan kepada lebih banyak pihak.

​What We Do HelpNona terwujud berkat sistem kerelawanan, di mana para…

Berproses Pulih Dari Relasi Dengan Kekerasan

Berani keluar dari hubungan yang gak sehat tentu tidaklah mudah. Baik dengan orang tua, saudara, teman, pasangan, atau rekan kerja.  Sekarang, bagaimana caranya supaya kamu bisa move on dan menjadi pribadi yang lebih baik? CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community memberikan tips singkat khusus untukmu!
First thing first, acceptance Seseorang akan kesulitan move on jika masih ada pada fase denial atau penolakan. Ide untuk berpisah, meski pun hubungan yang dijalani tidak dalam koridor hubungan yang sehat, tetap saja menyakitkan. Maka sebelum memulai langkah apa pun itu, pastikan diri untuk menerima ketidakberhasilan hubungan ini.
Ambil  sikap, what's next? Setelah menata hati, mulailah berlatih diri untuk mengambil sikap. Memilih tujuan selanjutnya. Apa yang akan kamu lakukan? Jika ada waktu yang tepat untuk membuka diri untuk banyak kesempatan baru nan positif dalam hidup, tentu ini adalah saat yang tepat.
Memang tidak mudah Pada akhirnya, fase move…

Setelah Pisah, Apa yang Harus Dilakukan?

Terkadang keputusan kita untuk berpisah tidak serta merta mengakhiri resiko kekerasan yang kemudian kamu alami. Kalau sudah begini, ada baiknya kamu mengingat beberapa langkah keamanan di bawah ini. Gak rugi ‘kan kalau kita berjaga-jaga demi keamanan?


1. Lalui Rasa Sedih Dengan Berani Setelah putus, kamu bisa saja merasakan kesedihan yang mendalam. Rasa sedih ini tidak serta merta dikarenakan kepergian mantan, tapi bisa juga karena pola kekerasan yang selama ini kamu alami bersamanya. Itu hal yang sangat wajar. Hadapi dan lalui rasa sedih dengan dewasa. Ini adalah bagian dari proses yang perlu kamu jalani.
2. Sampaikan Kekhawatiranmu Pada Orang Terdekat Jika kamu merasa mantan pasanganmu masih mengancam keselamatan, jangan sungkan untuk menyampaikan hal tersebut pada orang terdekat. Mereka bisa saja menjadi penyelamat saat dibutuhkan.
3. Hindari Menjalin Komunikasi Kembali Meski pun kamu memiliki ribuan alasan untuk berkomunikasi dengannya kembali. Atau justru mantan kamu yang berulang …

Move On Dari Hubungan Yang Tidak Sehat

Memutuskan hubungan dari seseorang yang kita cintai tidak mudah, meski pun orang tersebut melakukan kekerasan terhadap kita. Ada rasa sesal di hati, rasa marah dan tersakiti, tapi kangen dengan sifat-sifat baiknya, juga terpikir kalau-kalau masih bisa menyelamatkan hubungan yang ada. Perasaan campur aduk ini hal yang wajar ada. - Astrid Wen M.Psi-


Memutuskan untuk berpisah dengan pasangan adalah hal yang tidak mudah. Namun jika suatu hari kamu memutuskan  untuk berpisah dengan pasangan, beberapa langkah di bawah ini mungkin bisa membantumu. Did you know? meninggalkan hubungan yang memiliki pola kekerasan bisa jadi sesuatu yang berbahaya dan butuh perencanaan yang baik. Pasanganmu mungkin tidak akan menerima keputusanmu dan kembali melakukan pola kekerasan yang sebelumnya dilakukan. Lalu apa yang sekiranya bisa kita lakukan, ya?
1. Pertama, Yakinkan Diri Apakah kamu siap untuk berpisah dengan pasangan? Lebih lanjut, bagaimana kamu akan menyampaikan keputusan ini padanya? Kamu bisa menimb…

Revenge Porn

Mantan pasangan (biasanya laki-laki) mengunggah materi berupa gambar atau video seksual, untuk disebarluaskan melalui internet atau media sosial atau website pornografi, tanpa persetujuan dengan tujuan balas dendam setelah hubungan romantis berakhir (Mcglynn et al, 2017).



Revenge Porn adalah fenomena baru yang muncul atas perkembangan teknologi. Jika dulu fenomena membagikan foto berkonten seksual mantan pasangan hanya dipegang oleh sekelompok individu yang tidak bertanggungjawab, maka sekarang kerugian yang ditimbulkan menjadi lebih besar karena jejak digital yang sulit dihapus dan disebarluaskan tanpa henti.
Penggunaan kata pornografi dalam istilah “Revenge Porn” adalah fokus yang kurang tepat, karena lebih menitikberatkan pada perilaku penyintas (menghasilkan gambar atau video seksual) dibandingkan perilaku pelaku kekerasan (mengancam/memaksa penyintas dalam membuat gambar atau video seksual lalu kemudian menyebarluaskannya).
Intensi pelaku dalam mengunggah konten seksual tersebut…