Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Get To Know HelpNona




Who We Are HelpNona adalah inisiatif sosial yang berdiri sejak Oktober 2015 dan bertujuan untuk membangun ruang diskusi pada isu  kekerasan oleh pasangan dan dukungan serta ruang aman bagi penyintas kekerasan oleh pasangan. 
Goal utama HelpNona adalah membangun awareness tentang bentuk relasi romantis yang bebas kekerasan. #HelpNona percaya bahwa setiap individu, utamanya perempuan yang kerap memiliki kerentanan dalam mengalami kekerasan, punya suara yang beragam untuk menuturkan suaranya. Oleh karenanya melalui #HelpNona, kami mencoba untuk mewujudkan safe space dalam mendiskusikan isu intimate partner violence baik melalui ranah online maupun offline. Karena pada siapapun, bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan. 
Mari bersama berbagi daya, menjadi katalis perubahan bagi lingkungan sekitar. Yuk, say no to intimate partner violence. #CintaBukanLuka adalah kampanye yang ingin kami sampaikan kepada lebih banyak pihak.

​What We Do HelpNona terwujud berkat sistem kerelawanan, di mana para…

Berproses Pulih Dari Relasi Dengan Kekerasan

Berani keluar dari hubungan yang gak sehat tentu tidaklah mudah. Baik dengan orang tua, saudara, teman, pasangan, atau rekan kerja.  Sekarang, bagaimana caranya supaya kamu bisa move on dan menjadi pribadi yang lebih baik? CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community memberikan tips singkat khusus untukmu!
First thing first, acceptance Seseorang akan kesulitan move on jika masih ada pada fase denial atau penolakan. Ide untuk berpisah, meski pun hubungan yang dijalani tidak dalam koridor hubungan yang sehat, tetap saja menyakitkan. Maka sebelum memulai langkah apa pun itu, pastikan diri untuk menerima ketidakberhasilan hubungan ini.
Ambil  sikap, what's next? Setelah menata hati, mulailah berlatih diri untuk mengambil sikap. Memilih tujuan selanjutnya. Apa yang akan kamu lakukan? Jika ada waktu yang tepat untuk membuka diri untuk banyak kesempatan baru nan positif dalam hidup, tentu ini adalah saat yang tepat.
Memang tidak mudah Pada akhirnya, fase move…

Setelah Pisah, Apa yang Harus Dilakukan?

Terkadang keputusan kita untuk berpisah tidak serta merta mengakhiri resiko kekerasan yang kemudian kamu alami. Kalau sudah begini, ada baiknya kamu mengingat beberapa langkah keamanan di bawah ini. Gak rugi ‘kan kalau kita berjaga-jaga demi keamanan?


1. Lalui Rasa Sedih Dengan Berani Setelah putus, kamu bisa saja merasakan kesedihan yang mendalam. Rasa sedih ini tidak serta merta dikarenakan kepergian mantan, tapi bisa juga karena pola kekerasan yang selama ini kamu alami bersamanya. Itu hal yang sangat wajar. Hadapi dan lalui rasa sedih dengan dewasa. Ini adalah bagian dari proses yang perlu kamu jalani.
2. Sampaikan Kekhawatiranmu Pada Orang Terdekat Jika kamu merasa mantan pasanganmu masih mengancam keselamatan, jangan sungkan untuk menyampaikan hal tersebut pada orang terdekat. Mereka bisa saja menjadi penyelamat saat dibutuhkan.
3. Hindari Menjalin Komunikasi Kembali Meski pun kamu memiliki ribuan alasan untuk berkomunikasi dengannya kembali. Atau justru mantan kamu yang berulang …

Move On Dari Hubungan Yang Tidak Sehat

Memutuskan hubungan dari seseorang yang kita cintai tidak mudah, meski pun orang tersebut melakukan kekerasan terhadap kita. Ada rasa sesal di hati, rasa marah dan tersakiti, tapi kangen dengan sifat-sifat baiknya, juga terpikir kalau-kalau masih bisa menyelamatkan hubungan yang ada. Perasaan campur aduk ini hal yang wajar ada. - Astrid Wen M.Psi-


Memutuskan untuk berpisah dengan pasangan adalah hal yang tidak mudah. Namun jika suatu hari kamu memutuskan  untuk berpisah dengan pasangan, beberapa langkah di bawah ini mungkin bisa membantumu. Did you know? meninggalkan hubungan yang memiliki pola kekerasan bisa jadi sesuatu yang berbahaya dan butuh perencanaan yang baik. Pasanganmu mungkin tidak akan menerima keputusanmu dan kembali melakukan pola kekerasan yang sebelumnya dilakukan. Lalu apa yang sekiranya bisa kita lakukan, ya?
1. Pertama, Yakinkan Diri Apakah kamu siap untuk berpisah dengan pasangan? Lebih lanjut, bagaimana kamu akan menyampaikan keputusan ini padanya? Kamu bisa menimb…

Revenge Porn

Mantan pasangan (biasanya laki-laki) mengunggah materi berupa gambar atau video seksual, untuk disebarluaskan melalui internet atau media sosial atau website pornografi, tanpa persetujuan dengan tujuan balas dendam setelah hubungan romantis berakhir (Mcglynn et al, 2017).



Revenge Porn adalah fenomena baru yang muncul atas perkembangan teknologi. Jika dulu fenomena membagikan foto berkonten seksual mantan pasangan hanya dipegang oleh sekelompok individu yang tidak bertanggungjawab, maka sekarang kerugian yang ditimbulkan menjadi lebih besar karena jejak digital yang sulit dihapus dan disebarluaskan tanpa henti.
Penggunaan kata pornografi dalam istilah “Revenge Porn” adalah fokus yang kurang tepat, karena lebih menitikberatkan pada perilaku penyintas (menghasilkan gambar atau video seksual) dibandingkan perilaku pelaku kekerasan (mengancam/memaksa penyintas dalam membuat gambar atau video seksual lalu kemudian menyebarluaskannya).
Intensi pelaku dalam mengunggah konten seksual tersebut…

Safety Plan

Tahukah kamu bahwa momen meninggalkan hubungan  yang penuh kekerasan bisa menjadi saat yang sangat riskan? Menurut Daniel Laihad dari SOS Safety Community, untuk bisa survive dalam pola relasi penuh kekerasan diperlukan pola pikir yang berdaya. Safety mindset ini sebenarnya pola kompleks terkait cara berpikir di segala aspek. Dengan mental yang kuat, self esteem kita akan naik dan kemungkinan untuk keluar dari pola kekerasan pun lebih besar. Nah selain safety mindset, ada satu hal lagi yang juga kamu perlukan untuk keluar dari hubungan  yang gak sehat. Safety plan atau perencanaan keamanan dapat dipersiapkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Nyatanya, safety planning really can save you or your loved one's life! Berikut adalah beberapa ulasan tentang apa itu safety plan dan bagaimana kita mempersiapkannya:



Apa Itu Safety Plan? Safety plan adalah tuntunan untuk mengurangi kemungkinan resiko kekerasan oleh pelaku. Biasanya berisi panduan keselamatan yang disesuaikan d…

Victim Blaming Pada Kasus Kekerasan oleh Pasangan

Kondisi victim blaming  kerap kali membuat para penyintas kekerasan memilih untuk menyimpan masalah mereka  dan justru semakin terjebak dalam pola lingkaran kekerasan. Sementara dampak victim blaming bagi penyintas kekerasan tak bisa disepelekan.


Hingga kini, kekerasan oleh pasangan seakan menjadi masalah yang mengemuka. Terkadang stigma masyarakat tentang relasi gender juga ikut andil dalam penilaian mereka tentang kasus-kasus kekerasan oleh pasangan yang dialami oleh para penyintas kekerasan. Kalimat “Siapa suruh kamu menjalin relasi sama dia, siapa suruh kamu pasrah” seakan menjadi kalimat yang mudah diucapkan setiap kali para penyintas kekerasan mencoba menceritakan apa yang mereka alami. Kondisi victim blaming tersebut kerap kali membuat para penyintas kekerasan memilih untuk menyimpan masalah mereka sendiri dan justru semakin terjebak dalam pola lingkaran kekerasan. ​ Dampak victim blaming tak bisa disepelekan. Berikut ini adalah berbagai dampak yang dapat dirasakan oleh penyinta…

Penggunaan Drugs & Alcohol dalam Kekerasan oleh Pasangan

Alkohol dan obat-obatan bukan pembenaran untuk seseorang melakukan kekerasan



Kenalkah dengan istilah NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya ? Beberapa istilah di atas umumnya mengandung zat Psikoaktif yang masuk ke dalam dan bekerja pada otak. Seramnya, zat-zat tersebut juga akan mempengaruhi mood, pikiran, persepsi, hingga perilaku seseorang, loh.
Penggunaan obat-obatan dan minuman beralkohol umumnya dilakukan seseorang karena ingin ber ’rekreasi ‘, ingin diterima orang lain, mengatasi stres, sampai untuk melupakan masalah yang ada. Sadar atau tidak, faktor-faktor di atas sangat rentan terjadi pada seorang pelaku kekerasan  dan korbannya sekaligus. Seorang pelaku bisa menikmati hal tersebut dan kemudian makin kalap dalam melakukan kekerasan, sebaliknya ada pula korban yang melarutkan diri pada hal-hal tersebut karena dipaksa pasangan, merasa tertekan karena mengalami kekerasan dan ingin melupakan masalah.
Hal yang harus dipahami tentang obat-obatan dan alko…

Mengenal Visum

Jika mendengar kata visum, kira-kira apa yang ada di benakmu? Ternyata, visum bukan suatu hal yang menakutkan, kok. HelpNona Expert, dr Ratih Purwarini dari Lembaga Akara Perempuan akan menjelaskan seluk beluk visum untuk  menjadi tambahan pengetahuanmu. Simak tanya jawabanya di bawah ini, ya ...





Apa Itu Visum? Visum et repertum adalah keterangan (laporan) tertulis yang dibuat oleh seorang dokter atas permintaan penyidik tentang apa yang dilihat dan ditemukan terhadap manusia, baik hidup atau mati atau pun bagian atau diduga bagian dari tubuh manusia berdasarkan keilmuannya untuk kepentingan peradilan.
Buat Apa Visum? Untuk Penyidik ( kepolisian ) : Mengungkapkan kasus pidana/ kejahatan Untuk Penuntut Umum ( Kejaksaan ) : Menetapkan pelaku tindak pidana / kejahatan akan dihukum berdasarkan pasal berapa. Tujuannya tentu untuk menentukan hukuman yang sepadan. Untuk Hakim : Sebagai barang bukti di pengadilan ( pelaku tindak pidana akan dihukum atau dibebaskan )
Bagaimana prosedur permintaa…

Kesehatan dan Kekerasan oleh Pasangan

"Kekerasan oleh pasangan sangat penting diidentifikasi mengingat hal ini dapat menyebabkan dampak serius pada fisik mau pun mental.  Biasanya kekerasan yang terjadi makin lama makin meningkat dibanding pertama kali kekerasan dilakukan. Misal , awalnya pelaku menampar pipi, lalu korban diam dan tidak melakukan apa-apa. Maka ada kemungkinan pelaku akan meningkatkan intensitas kekerasan menjadi menonjok muka.” - dr Ratih Purwarini – Dokter


Nah, menurutmu apakah relasi yang gak sehat bisa mempengaruhi kesehatan? Percaya atau tidak, ternyata terpapar terlalu lama dalam hubungan yang penuh kekerasan bisa mempengaruhi kesehatan, loh. Misalnya saja menurut jurnal ilmiah milik Foshee VA & McNaughton Reyes HL mengenai kekerasan oleh pasangan  dan hubungannya dengan kesehatan:
Youth who are victims of dating violence are more likely to experience symptoms of depression and anxiety, engage in unhealthy behaviors, like using tobacco, drugs, and alcohol, or exhibit antisocial behaviors and t…

Hukum & Kekerasan Oleh Pasangan

Pernahkah kamu penasaran dengan bagaimana hukum di Indonesia mengatur masalah kekerasan oleh pasangan, khususnya yang terjadi di luar pernikahan ?  Ummi Habsyah S.H yang merupakan HelpNona Expert dan seorang pendamping hukum untuk kasus-kasus kekerasan oleh pasangan akan menjelaskan tentang seluk beluk hukum khusus untukmu. Yuk, kita simak baik-baik informasinya ...
Apakah kekerasan dalam pacaran memiliki payung hukum di Indonesia? Kekerasan dalam pacaran belum ada aturan hukumnya secara khusus di Indonesia. Akan tetapi beberapa kasus  bisa merujuk pada  aturan hukum yang sudah ada secara umum. Nah, jika terkait dengan suatu tindak pidana maka payung hukumnya adalah UU KUHP, UU Perlindungan Anak, UU Pornografi dan UU ITE. Sayangnya, kebanyakan dari proses hukum pidana bagi korban sering kali membuat mereka menjadi korban yang berulang (dengan sebutan suka sama suka dan menikmati hubungan yang ada, dll).
Jika unsur tindak pidananya tidak terpenuhi maka upaya hukum perdata yang dapat di…

Mengakses Support Group

Dukungan dalam support group diharapkan dapat meminimalisir beban yang dialami oleh penyintas.

Tak jarang kita mendengar istilah support group, tetapi tahukah kalian arti dari kata tersebut? Menurut diskusi dengan narasumber Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi, Psikolog , support group adalah salah satu terapi konseling yang anggota kelompoknya memiliki pengalaman yang sama. Para anggotanya pun tidak semua terlibat langsung dengan peristiwa yang terjadi, melainkan mereka juga dekat dengan korban yang merasakan dampak langsung dari peristiwa tersebut.  Support group dapat dikenal dengan istilah kelompok dukungan. Kelompok dukungan tersebut biasanya terbentuk untuk menjalankan suatu visi yang sama yaitu mengeskpresikan bentuk kepedulian mereka dalam melakukan terapi konseling terhadap para korban.
Cara yang dilakukan untuk mengekspresikan bentuk kepedulian di dalam support group beragam. Di dalam proses pertemuan berlangsung, umumnya para anggota diminta untuk menceritakan pengalaman merek…

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

.
Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban.



Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang.
Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya adalah memaksa…

Mengakses Layanan Kesehatan

Jika kamu mengalami kekerasan fisik oleh pasangan, hal yang dapat kamu lakukan adalah mengakses layanan kesehatan. Tidak perlu malu atau takut kepada dokter yang merawat, karena kamu berhak mendapatkan perawatan yang tepat dan cepat oleh petugas medis. Sementara dokter pun akan lebih baik dalam menangani kasusmu apabila punya gambaran yang benar soal latar belakang kekerasan fisik yang kamu alami.



Menurut Komnas Perempuan, bentuk kekerasan oleh pasangan adalah berlapis. Salah satu yang paling banyak ditemukenali adalah  kekerasan fisik yaitu dipukul, didorong, digigit, dicekik, ditendang hingga mengalami kekerasan seksual. Sebagai akibat, korban kekerasan oleh pasangan dapat mengalami luka fisik, hingga kesehatan fisik yang terganggu karena pola kekerasan oleh pasangan.
Mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 01 tahun 2010, bahwasannya perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan berhak mendapat, salah satunya adalah layanan kesehata…

Mengakses Layanan Konseling Online

​“When we talk about our feelings, they become less overwhelming, less upsetting, and less scary.” - Fred Rogers




Mungkin kamu pernah berusaha bercerita, namun tidak didengar. Lingkungan berkata bahwa yang kamu alami adalah hal ‘biasa’ dan tidak perlu diributkan. Ada serangkaian kejadian yang berputar terus menerus di tempat yang sama, dan kamu sebenarnya lelah. Nggak ada support system untuk sekedar bertanya, pun berkeluh kesah. Atau bahkan, kamu belum menyadari bahwa ini semua tidak baik-baik saja.
Kamu nggak sendiri! Mungkin, ceritamu adalah satu di antara seribu. Ketika tidak ada orang lain yang tahu, kamu bisa pelan-pelan bergerak; menjadi berani. Dan, langkah pertama memang selalu jadi urusan paling mendebarkan—meskipun informasi sekaligus teman yang akan mendengarkan bisa didapatkan di ujung jari. Yep, konseling online bisa menjadi tempat untukmu memulai bercerita, sekaligus mencari bantuan. ​ Zaman sekarang, konseling online bukan lagi hal yang asing. Olphi dari Sehatmental.id m…

Mengakses Layanan Psikologi

Dampak dari pola kekerasan oleh pasangan dapat berpengaruh pada psikis dan mental korban. Sehingga, lembaga psikologi mempunyai peran penting di dalam mengobati trauma para korban. ​(Sri Juwita Kusumawardhani, Psikolog)




Pandangan psikologi melihat kekerasan dalam hubungan personal adalah bentuk dominan kekuasaan yang secara mayoritas disalahgunakan oleh pihak laki-laki terhadap perempuan di dalam sebuah hubungan atau perpisahan. Di dalam banyak kasus, korban kekerasan lebih banyak terjadi pada pihak perempuan. Hal ini disebabkan karena adanya konstruksi sosial yang memicu ketimpangan gender antara perempuan dengan laki-laki. Dampak dari pola kekerasan oleh pasangan dapat berpengaruh pada psikis dan mental korbannya. Sehingga, lembaga psikologi mempunyai peran penting di dalam mengobati trauma para korban.
Menurut narasumber, Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi, Psikolog, untuk menghubungi lembaga psikolog, biasanya para klien akan membuat janji temu terlebih dahulu. Hal ini dilakukan sebe…