Langsung ke konten utama

Apa Itu Relasi Sehat ?


Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu?



HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang.

Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih:
  1. Mengenal diri
  2. Menghargai kebutuhan aktualisasi diri sendiri
  3. Tahu nilai-nilai yang kita usung
  4. Tidak sembarangan bilang sayang pada orang yang tidak berada dalam nilai dan frekuensi yang sama 


Wah, ternyata mengenal diri sendiri merupakan salah satu langkah yang harus kita lalui untuk menjalin hubungan yang sehat! Nah, selain beberapa poin di atas, komunikasi juga merupakan kunci penting yang bisa membangun relasi sehat. Di bawah ini adalah beberapa tips supaya hubunganmu berjalan dengan baik. Yuk kita cek!

  1. Pastikan kalian menginginkan hal yang sama dalam suatu hubungan.
  2. Speak Up! Hubungan yang sehat memberikan ruang untuk kalian berdiskusi dengan baik
  3. Saling menghargai perasaan dan nilai yang kita dan pasangan miliki. Soalnya, mutual respect is essential in maintaining healthy relationships.
  4. Harus siap berdiskusi. Hubungan mana pun pasti akan rentan dengan perbedaan pendapat. Hal yang terpenting adalah pahami cara menyelesaikan konflk dengan baik.
  5. Jadilah pasangan yang suportif dengan terus memberi dukungan pada pasangan. Healthy relationships are about building each other up, not putting each other down.
  6. Kamu dan pasangan berhak memiliki privasi masing-masing. 

Ingat bahwa menjadi pasangan yang baik berarti haruslah bisa menghargai, dapat dipercaya, jujur, bisa diandalkan dan suportif.

Nah, sudahkan kamu dan pasangan masing-masing memiliki kualitas tersebut?

Referensi:
http://loveisrespect.org

Source Partner:
Special thanks to Mbak Bunga Mega
CeweQuat 
www.cewequat.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

.
Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban.



Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang.
Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya adalah memaksa…

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan?

Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik

2. Kekerasan Psikis

3. Kekerasan Ekonomi

4. Kekerasan Seksual

Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho!

Tahu Apa Itu Revenge Porn?






Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan

Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis


<