Langsung ke konten utama

Bila Orang Terdekatmu Adalah Pelaku Kekerasan




Kadang kita dihadapkan pada kondisi di mana orang terdekat justru merupakan pelaku kekerasan. Karenanya, kamu mungkin akan merasa segan dan takut untuk mengutarakan kekhawatiran yang ada. Yuk, kita sama-sama jadi bagian anak muda peduli. Jangan biarkan kekerasan ada dalam hubungan personal orang-orang di sekitar kita. Menurut The Hofstra Coalition Against Teen Dating Violence, berikut adalah cara yang dapat kamu lakukan jika orang terdekat adalah Pelaku kekerasan:

1. Jika merasa ragu apakah ia benar-benar pelaku kekerasan, kamu dapat berdiskusi tentang hal tersebut dengan orang yang kamu percaya. Sampaikan alasanmu mengapa kamu merasa bahwa ia adalah seorang pelaku. Apakah lawan bicaramu setuju dengan pendapat  tersebut?

2. Setelah kamu merasa yakin bahwa apa yang dilakukannya adalah kekerasan, jangan takut untuk menyampaikan pendapatmu pada pelaku. Katakan bahwa apa yang dilakukannya adalah salah.

3. Ajak pelaku untuk melihat masalah ini secara objektf. Terkadang pelaku memiliki pembenaran atas kekerasan yang dilakukannya. Faktanya, kekerasan seperti apa pun tidak dapat dibenarkan.

4. Jangan menyampaikan kekhawatiran dengan nada yang kasar karena itu hanya akan membuat pelaku semakin defensif.

5. Sampaikan bahwa ada layanan yang bisa membantu pelaku mengelola permasalahannya. Misalnya saja konseling khusus untuk pelaku kekerasan.

Referensi:
1.The Hofstra Coalition Against Teen Dating Violence , ‘Teen Dating Violence- What You Need To Know’, USA, 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k