Langsung ke konten utama

Boundaries


Ada orang bilang, ‘kalau kamu sayang buktikan dong, lakukan ini lakukan itu’. Pasangan yang benar sayang sama kamu akan mengerti batasan-batasan pribadi kamu dan akan menghargai batasan tersebut.
Astrid Wen M.Psi, -Psikolog-




Hubungan yang sehat tentu membutuhkan kesepakatan dari kedua belah pihak. Selain itu, menentukan boundaries atau batasan dalam relasi personal juga ternyata diperlukan. Menurut psikolog Astrid Wen M.Psi, batasan-batasan akan membantumu dan pasangan saling menghargai dan menyamankan diri. Misalnya: “Maaf ya, 3 jam ke depan aku akan meeting, aku tidak bisa mengangkat telepon kamu nanti”. Cari tahu apa saja sih boundaries antara kamu dan pasangan; ada juga kah boundaries yang kamu dan pasangan ciptakan sendiri, misalnya “saat kita makan bersama, no gadget ya…”? Dalam batasan-batasan terkandung prinsip/nilai-nilai yang dipegang oleh kamu dan pasangan.

Untuk lebih lengkapnya, HelpNona akan memberikan a-z informasi terkait batasan dalam suatu relasi romantis. Tentunya batasan ini berlaku sangat personal bagi tiap orang dan bisa berbeda-beda. Hal yang pasti, batasan yang telah kedua belah pihak sepakati harus dihormati oleh pasangan dan kamu. So are you ready?

Batasan Emosional
Ya, menghabiskan waktu bersama pasangan tentu menyenangkan ya? Akan tetapi, jika kamu sudah mulai terperangkap untuk kemana-kemana harus selalu bersama pasangan, takut mengutarakan keinginan untuk melakukan aktivitas sendiri, sampai tidak tenang setiap bermain dengan teman-teman yang lain karena selalu diawasi pasangan, artinya kamu sudah mulai kehilangan personal space.  Secara emosional, kamu sudah mulai ketergantungan dengan keberadaan satu sama lain. Yuk, diskusikan batasan emosional yang sama-sama menyenangkan untuk kamu dan pasangan. Misalnya berangkat kuliah bisa sama-sama, tapi pulang mungkin bisa bersama teman masing-masing.

Batasan Fisik
Take your time. Pastikan itu terjadi karena persetujuan kedua belah pihak. Pada hubungan  dengan batasan yang sehat, kedua belah pihak telah sama-sama tahu batasan apa yang membuat satu sama lain nyaman secara fisik. Selain itu ingatlah bahwa kontak fisik yang terjadi di antara kalian bukanlah keharusan atau bentuk balas budi. Misalnya nih, kita selalu dibelikan barang ini itu oleh pasangan, akhirnya karena merasa tidak enak. No means no. Bahkan sekali pun kamu pernah melakukan sebelumnya, bukan berarti kamu harus terus melakukannya lagi. 

Batasan Ekonomi
Ada loh hubungan yang terbentuk karena kebutuhan pasangan untuk mendapatkan sesuatu yang sifatnya materiil. Batasan ini termasuk juga pada tidak diberikannya informasi pin ATM dan sebagainya pada pasangan. Menentukan batasan yang baik dari segi ekonomi dibutuhkan agar tidak ada yang tergantung secara ekonomi, dan tidak ada pula yang merasa terkekang keuangannya. 

Batasan Digital
Setiap orang berhak untuk memiliki digital privacy, contohnya seperti kita berhak untuk menjaga password akun dari pasangan.   Bayangkan kalau kalian bisa saling menghapus foto dan teman pasangan tiap cemburu. Atau bayangkan juga tiap percakapan kamu dengan teman bisa dibaca oleh pasangan. You cannot control of your digital information anymore. Selain masalah social media, pertukaran informasi melalui messanger atau email pun mesti diperhatikan. Soalnya, sekali kamu menekan tombol share atas informasimu, kamu akan kehilangan kontrol atas hal tersebut. Nah, coba bayangkan kalau kamu berbagi rahasia keluarga yang privat atau justru foto-foto pribadi yang tak layak diketahui orang? Siapa yang menjamin bahwa informasi tersebut tak akan menyebar nantinya? Sebaliknya, apabila pasanganmu mengirimkan  inappropriate picture dan minta kamu mengirim hal serupa juga,  ingatlah bahwa kamu pun berhak berkata tidak sambil menjelaskan batasan yang menurutmu nyaman. 

Batasan yang salah:
  1. Selalu kemana-mana sama pasangan, tanpanya semua jadi serba sulit
  2. Asal sentuh, asal peluk tanpa menanyakan persetujuan pasangan
  3. Membiarkan pasangan menentukan semua pilihan dalam hidupmu, padahal kamu merasa tak nyaman karenanya.
  4. Selalu membayari kebutuhan pasangan padahal uang di tabunganmu makin menipis
  5. Saling berbagi password untuk semua akun social media


Referensi:

http://loveisrespect.org
Narasumber artikel:
Astrid Wen M.Psi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k