Langsung ke konten utama

Cintai Diri, Yuk!

Cintai Diri, Yuk!


You yourself, as much as anybody in the entire universe, deserve your love and affection
 – Buddha.



Self-love adalah hal yang sangat penting. Tahukah kamu mengapa cinta terhadap diri kita sendiri adalah hal yang penting?

Mencintai diri sendiri merupakan hal yang penting dalam hidup kita, karena dengan mencintai diri sendiri, kita dapat merasakan hidup yang lebih ringan, lebih stabil, dan lebih bahagia. Mencintai diri sendiri juga akan membuat kamu lebih mempunyai pandangan positif terhadap hidup, serta lebih mudah dalam menemukan dan menyusun prioritas hidup, mengetahui batasan hubungan yang tidak baik bagimu, tidak melukai diri sendiri baik secara sadar atau tidak sadar, bertanggung jawab terhadap diri sendiri, serta mencintai orang lain dengan tulus dan ikhlas.

Self – love bukanlah tindakan egois. Self – love tumbuh seiring dengan tidak hanya perkembangan fisik tetapi juga perkembangan mental dan spiritual. Terkadang, kamu menemukan ada orang – orang yang tidak mencintai dirinya sendiri. Untuk ini, ada banyak alasan yang membuat seseorang tidak mencintai dirinya sendiri, mulai dari rasa percaya diri yang rendah atau low self esteem, hingga karena pengalaman pahit, seperti seseorang yang pernah mengalami kekerasan dalam hubungan romantisnya


Bagaimana jika orang terdekatmu terlihat tidak mencintai dirinya sendiri?
Dampingi mereka dan berikan dukungan pada mereka. Berusahalah untuk bersikap tidak menghakimi, seperti memberitahukan mana yang benar atau mana yang salah. Dengan begitu, kamu telah membiarkan mereka berkembang dengan melihat ke dalam diri mereka sendiri.

Sebenarnya, ada banyak hal yang dapat kamu atau sahabat  lakukan untuk mencintai diri sendiri. Berikut ini merupakan hal – hal yang dapat dilakukan:

1.    Mantra Positif
Mengatakan mantra positif pada diri. Misalnya, bagaimana positifnya penampilanmu, bagaimana baiknya kamu dalam menyelesaikan masalah yang telah dihadapi, dan hal – hal lain yang akan membuat dirimu tersenyum. Hal ini juga bisa dilakukan dengan menuliskan hal – hal positif yang telah atau berhasil dilakukan atau dengan melakukan self – talk seperti berterima kasih pada diri sendiri. 

2.    You are What You Eat
Memakan makanan bernutrisi dan meminum minuman yang baik dapat mempengaruhi diri kita, baik itu secara emosi, penampilan, dan hal lainnya. Selain itu, mulailah mencintai tubuh kita dengan mulai berolahraga dan berhenti membanding – bandingkan diri kita dengan orang lain. 

3.    Support System Positif
Kelilingi diri dengan support system yang positif, termasuk dengan memberikan saran yang konstruktif dan mengingatkan kita akan kelebihan diri kita. 

4.    Coba Hal Baru
Cobalah hal – hal yang baru! Ketika kamu berhasil mencoba atau menyelesaikan hal – hal baru tersebut, kamu pasti akan semakin menyadari kelebihan dirimu yang sebelumnya tersembunyi. 

5.    Me-Time
Berikan waktu “me time” atau waktu bagi diri sendiri untuk menjernihkan pikiran dan mulai menata ulang kehidupan kita. Me time yang baik adalah ketika kamu dapat berdialog atau melakukan introspeksi pada diri sendiri dengan baik dan tanpa gangguan.   

6.    Maafkan Diri
Belajar untuk memaafkan diri sendiri dan merelakan apa yang telah terjadi di masa lalu, karena apa yang terjadi di masa lalu tidaklah dapat diubah. Jadikan kesalahan atau kegagalan di masa lalu sebagai bahan pembelajaran untuk berubah menjadi pribadi lebih baik. 

7.    Tidak Semua Harus Didengar
Mulai berhenti mendengarkan kata orang lain. Ingatlah quotes berikut ini:

“You can be the ripest, juiciest peach in the world, and there’s still going to be somebody who hates peaches.” (Dita Von Teese)

8.    Lebih Realistis
Merasa sedih atau marah adalah hal yang wajar, karena kita semua manusia dan manusia memang diberikan berbagai hormon dalam tubuh untuk merespons terhadap kehidupan ini.

9.    Ekspresikan Diri
Bisa dalam karya seni seperti menggambar, membuat lagu, menulis, dan hal – hal lainnya. Eskpresi diri di sini bisa dilakukan kapan pun, bahkan saat  kamu  sedang berada dalam emosi positif (bahagia) atau dalam emosi netral. (Wilujeng Mugi)

Narasumber:
Special thanks to Caecilia Dee Tedjapawitra 
dari @GetHappyYuk, www.get-happy.org 
Referensi:

https://www.psychologytoday.com/blog/get-hardy/201203/seven-step-prescription-self-love
http://wanderlust.com/journal/the-magic-of-loving-yourself-first/
 http://www.mindbodygreen.com/0-12428/10-wonderful-ways-to-practice-self-love.html
http://www.bustle.com/articles/172667-11-habits-that-encourage-self-love-because-you-deserve-to-feel-good-about-yourself
http://www.positivityblog.com/index.php/2014/03/19/self-esteem-quotes/
http://tinybuddha.com/blog/21-tips-to-release-self-neglect-and-love-yourself-in-action/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k