Langsung ke konten utama

High Quality Jomblo



Menjadi seseorang yang tidak mempunyai pasangan, kadang punya problematika tersendiri. Menurut studi yang diproduksi oleh VICE, kelompok kelahiran tahun 1981 sampai dengan tahun 1994 atau popular disebut dengan generasi milenial adalah generasi yang paling mudah merasa kesepian. Studi ini mempelajari kehidupan 2.500 generasi milenial yang hidup di sekitar daratan Britania Raya dan menemukan bahwa kekhawatiran terbesar 31 persen generasi milenial bagi yang masih lajang adalah tidak akan pernah menemukan cinta.



Apakah kamu menjadi salah satu dari 31 persen itu? 

Perasaan gelisah akan tidak bertemu dengan cinta menjadi kegelisahan yang berada di peringkat pertama atas hasil dari studi yang diproduksi oleh VICE. Kegelisahan itulah yang terkadang membuat kita terburu-buru untuk langsung jadian dengan seseorang. Well, menjadi jomblo, bukan berarti kita tidak menarik di pandangan orang lain. Terkadang ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak mempunyai pasangan.

Seperti yang disampaikan oleh Dr. Livia Iskandar M.Sc Psikolog dan Soraya Salim S.Psi, Psikolog, seseorang yang mempunyai kenangan yang buruk di masa lalu dalam hal hubungan dengan orang lain, terkadang membangun tembok di sekeliling hidupnya dengan menutup diri dari suatu hubungan. Kamu yang menutup diri, biasanya jika didekati oleh lawan jenis akan menghindar, bersikap jutek, memberikan kesan tidak menerima dan akan canggung. Secara tidak langsung, kita telah membatasi diri untuk tidak berhubungan dengan orang lain.


Belum bisa move on juga menjadi salah satu faktor yang membuat kita tidak bisa memulai hubungan yang baru dengan orang lain. Kita masih membayangkan ‘what if’ di hubungan yang lalu. Sehingga kita masih belum bisa menerima orang lain untuk memulai hubungan yang baru denganmu. Untuk itu, kamu harus bisa menerima apa yang sudah terjadi di masa lalu. Jika masih belum bisa menerimanya, kamu bisa mengkomunikasikannya dengan sang mantan agar bisa memperjelas alasan kenapa hubungan tersebut kandas. Soalnya, komunikasi bisa membuatmu lega dan memperjelas hubunganmu dengan mantan.

Adapun lingkungan  merupakan salah satu faktor yang turut menyebabkan seseorang terburu-buru dalam memiliki pasangan. Hal ini dikarenakan lingkungan pertemanan berpotensi untuk bereaksi negatif saat seseorang dalam circlenya tidak mempunyai pasangan. Ejekan itulah yang meningkatkan kegelisahan seseorang dan dapat membuat seseorang terburu-buru menentukan pasangan. Padahal, kita yang tidak mempunyai pasangan pun bukanlah suatu masalah yang besar, kok. Justru ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan ketika menjadi jomblo Apa saja, ya?

Memperluas relasi pertemanan
Ketika kamu sedang tidak mempunyai pasangan, kamu memiliki waktu untuk memperluas hubungan pertemanan kamu. Memperluas hubungan baru bisa mempengaruhi tingkat ekonomi kamu lho. Siapa tau, teman yang baru saja kamu kenal menawari kamu sebuah bisnis. Who knows right?

Fokus kepada Keluarga
Keluarga merupakan hal yang terpenting di dalam hidup kita. Tanpa keluarga, kita bukanlah apa-apa. Setuju? Dengan tidak adanya pasangan di kehidupan dapat membuat kamu menjadi lebih fokus dengan keluarga. Menghadiri setiap acara-acara yang diadakan oleh keluarga, baik dekat maupun jauh. Karena, tidak ada yang tahu sampai kapan kita masih bisa berjumpa dengan keluarga.

Mengambil Keputusan
Buat kamu yang sudah mempunyai pasangan, keputusanmu bisa saja terpengaruh oleh cara pandang pasangan. Beda dengan kamu yang sedang tidak mempunyai pasangan. Kamu pasti akan mudah menentukan keputusan yang diambil tanpa takut menyakiti hati siapapun.

Menata Karir
Kamu yang belum mempunyai pasangan memiliki peluang lebih untuk memfokuskan diri kepada karir yang sedang dijalani. kamu pasti akan terus meningkatkan kemampuan dengan peluang karir yang bagus. Saat tidak mempunyai pasangan adalah  momen yang tepat untuk kita menata karir tanpa perlu membagi perhatian kepada pasangan.

NAH!

Hal-hal di ataslah yang dapat kamu dapatkan ketika kamu  tidak mempunyai pasangan. Ternyata peluang yang sangat bagus bisa kamu miliki ketika tidak sedang mempunyai pasangan bukan?

Sebelum menentukan pasangan, janganlah terburu-buru untuk mengambil keputusan. Apalagi dikarenakan teman yang suka mengejek akan situasi kita yang belum mempunyai pasangan. Itu bukanlah sebuah alasan yang digunakan untuk memilih pasangan.  Memilih seseorang untuk dijadikan pasangan, tentu perlu yang namanya proses.

Proses itulah yang perlu kita nikmati perkembangannya. Dengan proses, kita dapat mengetahui apakah kita mempunyai chemistry untuk membentuk suatu hubungan dengan seseorang. Jika memang ada dan hati sudah terpaut dengan seseorang, barulah kamu bisa dengan yakin memilih dia untuk jadi pasanganmu.

So, menjadi seorang jomblo bukanlah hal yang menakutkan. Ini adalah kesempatanmu untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan orang-orang sekitar dan juga menjadi ruang persiapan kita untuk memulai hubungan selanjutnya dengan calon pasangan. Nggak usah malu menjadi seorang yang jomblo.  Tinggal kita menunggu jodoh itu datang di waktu yang tepat. Be patient. (Valya Annisya)


Narasumber:
DR Livia Iskandar MSc Psikolog
Soraya Salim S.Psi, Psikolog
Pulih @ThePeak a Women and Family Empowerment Center

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu?



HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang.
Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diriMenghargai kebutuhan aktualisasi di…

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

.
Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban.



Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang.
Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya adalah memaksa…

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan?

Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik

2. Kekerasan Psikis

3. Kekerasan Ekonomi

4. Kekerasan Seksual

Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho!

Tahu Apa Itu Revenge Porn?






Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan

Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis


<