Langsung ke konten utama

How To :Mengurangi Pikiran dan Emosi Negatif


Ini nih cara ampuh untuk mengurangi emosi negatif. Apa saja, ya?

1. Show Your Achievement 
Contohnya dengan membuat tempelan yang berisi pernyataan;

“ Hari ini, tanggal ini, tahun ini, saya berhasil lulus sarjana, kemudian saya diterima kerja, berikutnya lagi saya bisa memberi uang ke orang tua.”

Pencapaian tersebut ditulis sebagai penyemangat dan jika kamu dikelilingi dengan kata-kata positif, maka kamu pun akan memiliki mindset positif .

2. Memaafkan 
Memperbanyak forgiving ke orang lain menjadi salah satu cara. Namun demikian,  sebelum memaafkan orang lain, maafkanlah diri sendiri, karena kemarahan pada diri menyebabkan mental block pada kita, lho!

3. Sharing is Caring
Tidak ada salahnya berdiskusi dengan orang lain. Meski pun kamu tidak mendatangi  psikolog, tidak mendatangi motivator, tapi berdiskusilah dengan seseorang yang kamu percaya. Nah, ingat bahwa saran perlu disaring juga, mungkin ada orang yang  mempunyai motif negatif dan persepsinya negatif terhadap kita. Kalau sudah begitu, jangan replikasi aura negatifnya ya.
4. The Power of Me Time
Kadang-kadang kamu perlu waktu untuk sendiri. Yup, me time itu penting banget, hanya saja, kadang-kadang kita salah kaprah dengan pengertian me time. Banyak orang berpikir bahwa me time itu shopping atau malah ke salon semata. Dalam konteks psikologi, hal tersebut sebenarnya boleh dilakukan, tapi tidak terbatas itu saja. Me time nyatanya termasuk juga dengan merenung, mendengarkan musik kesukaan, tidak ada orang lain yang mengganggu, rilex, membaca buku yang disuka, yoga, bahkan masak sesuatu yang disuka. Kita perlu banget sekali-kali me time, terutama jika ada peristiwa-peristiwa yang tidak biasa.

5. Semangat Positif
Kamu perlu mengingat kembali kata-kata positif apa yang bisa membuat kamu berhasil bangkit. Lakukan itu! Dijamin kamu akan lebih mengapresiasi diri sendiri dan self esteem pun akan naik.


Jika kamu telah mencintai diri sendiri, memaafkan diri sendiri, jujur pada diri sendiri, maka caramu memperlakukan diri sendiri pun akan menentukan standar bagaimana orang lain memperlakukan mu. Setuju? (Ika Mulyana)

 Narasumber:
Masfuukhatur Rokhmah, M. PSI., Psikolog RSU Jagakarsa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k