Langsung ke konten utama

Kekerasan Ekonomi


Dalam hubungan romantis sebelum pernikahan, banyak terjadi bentuk eksploitasi ekonomi oleh pasangan. Eksploitasi di sini adalah bagaimana seorang pelaku dengan kamuflase relasi yang khusus (pacaran), rasa cinta dan sayang memanfaatkan pasangannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan Pelaku. Tidak sedikit juga ada kombinasi eksploitasi ekonomi dan seksual yang bisa berhubungan erat.
- Catatan Tahunan LBH APIK Jakarta 2015-



Tahukah kamu bahwa salah satu bentuk kekerasan oleh pasangan adalah kekerasan ekonomi? Bentuk kekerasan ini biasanya berbaur dengan bentuk kekerasan lainnya. Membuat kamu bergantung dan sulit keluar dari hubungan yang tengah dijalani. Nah, apakah kamu ingin tahu lebih lanjut tentang seluk beluk kekerasan ekonomi?

Bentuk?
Mengatur uang jajan dan apa yang kamu beli, melarang atau membatasimubekerja dan beraktifitas, termasuk dengan mempersulit akses untuk bekerja dan belajar, membuatmu dipecat atau sulit beraktifitas dengan tindakannya, menggunakan uang hingga ATM untuk keperluannya pribadi dengan memaksa, membuatmu terluka hingga tidak bisa bekerja atau belajar,

Dampak?
Akibat dari tindak kekerasan pada kondisi ekonomi. Misalnya, hilangnya kesempatan untuk memiliki pekerjaan sebagai mata pencaharian.

Apa yang harus saya lakukan jika mengalaminya?
Hal pertama yang harus kita sadari adalah bahwa kita tidak bersalah. Kekerasan yang terjadi padamu adalah murni kesalahan pelaku. Selanjutnya kamu bisa bercerita pada orang yang kamu percaya, seperti, keluarga, kawan, atau NGO & LSM terkait. Selanjutnya, kamu juga bisa menyisihkan uang di lokasi yang tidak diketahui pelaku untuk berjaga-jaga.

Pahamilah bahwa sesungguhnya kamu dapat mengakses bentuk layanan sebagai berikut:

1. Mendokumentasikan dan Melaporkan
Unit Pelayanan Perempuan & Anak (UPPA) di Polda atau Polres terdekat

2. Layanan Psikologis
Layanan berupa pendampingan dan konseling yang dapat memberikan kenyamanan bagi korban untuk menyampaikan masalahnya.

3. Layanan Pendampingan Hukum
Layanan yang berkaitan dengan materi hukum yang berlaku dan tata cara peradilan yang ada di Indonesia. Termasuk juga cakupan dukungan litigasi dan non litigasi.

4. Layanan Terpadu
Layanan yang diberikan kepada perempuan korban kekerasan yang memadukan multi disiplin ilmu dan menggunakan pendekatan yang holistik. Biasanya mencakup layanan hukum, medik, dan psikologis.
P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan & Anak)
Informasi P2TP2A di setiap provinsi dapat diakses di http://satulayanan.id/uploads/files/alamat%20p2tp2a%20kab-kota.pdf


Referensi:
1 Wekerle, C., & Wolfe, D. A. (1999). Dating violence in mid-adolescence: Theory, significance, and emerging prevention initiatives. Clinical Psychology Review
2 Buku Standard Operation Procedure Sistem Penerimaan Pengaduan Komnas Perempuan, 2011
3. http://ecpatindonesia.org/en/news/rpswpskw-solusi-rumah-aman-untuk-anak-korban-eksploitasi-seksual/
http://loveisrespect.org

​Source Partner:
Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta
Special thanks to Ibu Ratna Batara Munti & Ibu Tari
http://www.lbh-apik.or.id/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu?



HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang.
Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diriMenghargai kebutuhan aktualisasi di…

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

.
Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban.



Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang.
Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya adalah memaksa…

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan?

Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik

2. Kekerasan Psikis

3. Kekerasan Ekonomi

4. Kekerasan Seksual

Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho!

Tahu Apa Itu Revenge Porn?






Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan

Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis


<