Langsung ke konten utama

Memahami Body Image, Self – Image, dan Eating Disorder


“The next time you look into the mirror, try to let go of the story line that says you're too fat or too sallow, your eyes are too small or your nose too big; just look into the mirror and see your face. That is the first step toward transforming your experience of the world.”
― Oprah Winfrey



Pernahkah kamu mendengar istilah body image atau self – image? Body image adalah persepsi seseorang terhadap tubuh dirinya, sedangkan self – image adalah apa yang selama ini kita sebut harga diri. Self – image merupakan hal yang luas, karena tidak menyangkut aspek tubuh saja, tetapi juga menyangkut masalah lain seperti kehidupan sosial, rasa percaya diri di depan orang lain, atau hubungan seseorang dengan lingkungannya. Nah, ternyata body image yang tidak ideal dalam diri dapat membuat terjadinya eating disorder.

“Eating disorder seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa muncul ketika adanya citra tubuh ideal yang tinggi, tetapi tidak dibarengi dengan self – image yang tinggi pula. “

Seseorang yang mempunyai kesenjangan antara citra tubuh ideal dan self – image  bisa diakibatkan karena membandingkan tubuh dengan tokoh idola atau mengikuti teman – temannya. Bisa juga dipengaruhi oleh budaya di mana lingkungannya lebih menyukai perempuan cantik dengan kriteria tertentu.

Anorexia Nervosa dan Bulimia Nervosa
Anorexia nervosa adalah salah satu jenis eating disorder atau gangguan makan yang ditandai dengan adanya masalah persepsi terhadap bentuk tubuh dan adanya keinginan untuk tetap menjaga berat badan di bawah berat badan ideal. Masalah persepsi terhadap bentuk tubuh inilah yang membuat orang – orang dengan anorexia nervosa berpikir bahwa badan mereka tetaplah besar, atau bertambah walaupun kenyataannya berat badan mereka termasuk kategori berat badan kurang ideal.

Anorexia nervosa merupakan hal yang dapat membahayakan kesehatan karena dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti anemia, infeksi pada gigi dan gusi, gangguan pada tekanan darah, berkurangnya kepadatan tulang, kulit pecah – pecah, dan rambut yang kusam dan kering. Orang – orang dengan anorexia nervosa cenderung tidak terlalu mempedulikan atau  tidak takut jika berat badan mereka berada di bawah berat badan ideal. Hampir 80% hingga 90% orang yang mengalami anorexia nervosa adalah perempuan dengan berumur 14 hingga 18 tahun.Sekitar 16% - 21% dari orang yang mengalami anorexia nervosa meninggal karena masalah kesehatan akibat anorexia nervosa yang dialaminya. Anorexia nervosa kebanyakan dialami oleh perempuan dari kalangan social ekonomi ke atas atau perempuan dengan pencapaian akademik yang tinggi. Orang – orang yang mengalami anorexia nervosa, berdasarkan penelitian, mempunyai nilai kecenderungan perfeksionis yang tinggi. Ternyata, orang – orang dengan anorexia nervosa umumnya mempunyai masalah kesehatan mental seperti depresi ringan hingga sedang, Obsessive Compulsive Disorder, dan kecemasan / ansietas.


Nah, selain anorexia nervosa, terdapat satu jenis gangguan makan lain yang perlu kita ketahui. Bulimia Nervosa merupakan salah satu jenis gangguan makan yang ditandai dengan pola atau siklus di mana mereka melakukan binge eating (memakan makanan dalam porsi banyak) dan kemudian melakukan tindakan kompensasi atau purging dengan cara memuntahkan kembali makanan atau mengkonsumsi obat laksatif (obat untuk memudahkan buang air besar), berpuasa, atau melakukan olahraga secara berlebihan. Sama seperti anorexia nervosa, bulimia nervosa juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti nyeri perut, masalah pencernaan, dehidrasi, dan ketidakseimbangan elektrolit yang dapat berakibat pada gangguan ginjal.

Facts!
Ternyata tindakan kompensasi atau purging dilakukan oleh orang – orang dengan bulimia nervosa agar mereka tidak mengalami kenaikan berat badan. Banyak orang dengan bulimia nervosa merasa diri mereka tidak menarik, takut menjadi gemuk, dan sering mengatakan bahwa berat badan mereka berlebih. Sekitar 80% hingga 90% orang dengan bulimia mengeluarkan kembali makanan setelah makan untuk mengontrol berat badan. Sekitar sepertiga dari orang yang mengalami bulimia menyalahgunakan penggunaan obat laksatif (obat untuk memperlancar buang air besar) dan lainnya berolahraga secara berlebih untuk mengontrol berat badan mereka.


Nah, sekarang bagaimanakah cara kita dapat mengetahui seseorang yang kemungkinan mengalami gangguan makan? 

Orang – orang yang mengalami anorexia nervosa atau bulimia nervosa mungkin sulit untuk dikenali, karena orang dengan anorexia nervosa atau bulimia nervosa mengalami berbagai hal seperti perasaan malu atau perasaan tertekan mengenai kebiasaan mereka, mengelak jika mereka mempunyai masalah, dan merasa sulit untuk bertanya atau berbicara pada orang terdekat. Berikut ini terdapat tanda yang bisa kita lihat untuk mengetahui kemungkinan seseorang mengalami gangguan makan:
  1. Diet secara berlebihan dan sering menghindar dari acara makan bersama. 
  2. Setelah makan, hampir selalu pergi ke toilet atau ditemukannya kemasan obat laksatif
  3. Olahraga secara berlebihan seperti berolahraga saat cuaca buruk atau memaksakan berolahraga saat cedera dan mengalami stress jika tidak dapat berolahraga
  4. Perilaku cenderung berfokus pada orang – orang dengan bentuk tubuh kecil atau berat badan di bawah berat badan ideal seperti sering mengunjungi website atau membaca cara menurunkan berat badan, mengoleksi foto orang – orang dengan berat badan di bawah berat badan ideal, mengukur berat badan secara berulang, dan melihat pantulan diri di kaca secara berulang
  5. Adanya persepsi terhadap tubuh yang berbeda dari persepsi orang lain. Seperti sering mengeluh bahwa berat badannya bertambah atau berat badannya di atas berat badan ideal, walaupun berat badan sebenarnya berkurang atau di bawah berat badan ideal .
  6. Sensitif terhadap pembicaraan mengenai olahraga, makanan, berat badan, dan bentuk badan


Lalu bagaimana jika seseorang yang kamu kenal mengalami gangguan makan? 

Sebagai seorang teman atau anggota keluarga yang baik, apabila orang terdekatmu mengalami gangguan makan, kamu dapat melakukan hal berikut ini:

  1. Hindari memberikan kritik, memberikan solusi atau saran, atau bahkan merendahkan orang – orang dengan anorexia nervosa / bulimia nervosa
  2. Berikan dukungan pada orang dengan anorexia nervosa / bulimia nervosa lewat cara mendengarkan cerita mereka, mendukung mereka jika mereka mulai berkeinginan untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog, menyemangati mereka ketika mereka memulai terapi terhadap masalah gangguan makan yang mereka alami.


Mencegah terjadinya anorexia nervosa atau bulimia nervosa dapat diwujudkan dengan cara kemampuan diri untuk memiliki body image yang ideal. Body image atau citra tubuh  yang ideal bisa didapatkan dengan cara berlatih untuk bersyukur kepada Tuhan, berlatih untuk mencintai diri sendiri dan mengembangkan rasa percaya diri, serta mengatur pola hidup yang sehat. Selain itu, apabila pada waktu tertentu kamu merasa rendah diri terhadap bentuk tubuh, maka  mintalah pada orang lain pendapat atau saran yang konstruktif mengenai bentuk tubuhmu. (Wilujeng Mugi)


Narasumber:
Agnes Maria Sumargi M. Psych
Referensi:
Mental Health First Aid Australia Eating disorders: first aid guidelines. Melbourne: Mental Health First Aid Australia; 2008.
American Psychiatric Association. (2013) Feeding and Eating Disorder.
The British Psychological Society. Eating Disorders: What, Who, Why, and How to Help. Leicester: The British Psychological Society.
Bennett, P. (2011). Abnormal and Clinical Psychology. New York: Open University Press, McGraw Hill Education.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu?



HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang.
Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diriMenghargai kebutuhan aktualisasi di…

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

.
Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban.



Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang.
Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya adalah memaksa…

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan?

Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik

2. Kekerasan Psikis

3. Kekerasan Ekonomi

4. Kekerasan Seksual

Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho!

Tahu Apa Itu Revenge Porn?






Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan

Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis


<