Langsung ke konten utama

Memulihkan Diri dengan Self Care


Dalam menjalani suatu hubungan, tentu perbedaan tidak dapat dihindari. Pada gilirannya, perbedaan tersebut tak jarang menimbulkan kendala, baik kendala seperti permasalahan kecil sehari-hari, ada pula yang menyangkut permasalahan besar, seperti kekerasan. Bentuk-bentuk kekerasan dalam suatu hubungan juga ada beberapa ragamnya, yaitu kekerasan secara emosional, hingga kekerasan fisik. Seringkali kita terjebak dalam hubungan tidak sehat karena rasa sayang yang berlebih atau ingin mempertahankan hubungan karena berharap pasangan berubah. Tetapi, apakah kita sudah melihat dampak kondisi tersebut bagi diri kita? Lalu, bagaimana kaitan kondisi hubungan tidak sehat dengan kemampuan kita dalam mengenal diri sendiri?

Mengenal diri sendiri merupakan hal yang sangat penting. Dengan mengenal diri kita sendiri, kita menjadi lebih tahu apa yang kita inginkan, bagaimana kita ingin diperlakukan, batasan-batasan apa yang ingin kita jaga, warning signs dalam suatu hubungan, dan tentunya kita dapat mencintai dan menghargai diri kita sendiri. Dengan mencintai dan menghargai diri kita sendiri, kita dapat menerima diri kita apa adanya, mengetahui area improvement di dalam diri kita, menjalani hidup yang produktif, bermakna, dan lebih positif. Kita juga dapat menghargai serta bersikap baik kepada orang lain juga. 

Ada pepatah yang berbunyi “Love yourself as big as you want to be loved by others”, sebelum kita menyatakan bahwa kita mencintai orang lain, kita harus mengenal dan mencintai diri sendiri dulu. Dengan ini kita dapat menjalin hubungan dengan orang yang tulus menerima dan mendukung kita juga.
Setelah mengalami masa-masa sulit dalam suatu hubungan yang tidak sehat, tentu saja hal tersebut dapat berpengaruh terhadap self esteem kita. Jika perasaan maupun fisik kita tersakiti, tentu butuh waktu untuk pulih dari semua hal tersebut. Semua butuh proses, tetapi dengan komitmen untuk memulai mengenal dan mencintai diri kita sendiri dari sekarang, kita dapat berdedikasi untuk pemulihan diri kita. It takes time to heal,  but it’s possible. Kita mulai dengan mengetahui bahwa kita tidak punya tanggung jawab untuk mengubah seseorang, kita dapat memaafkan tetapi bukan menerima apa yang sudah dilakukan, dan kita memilih untuk melepaskan dan tidak membawa rasa sakit yang dirasakan.


Menurut Psikolog Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi,  terdapat beberapa tips & trick untuk meningkatkan self esteem kita setelah menjalani hubungan yang tidak sehat dan diiringi dengan kekerasan. Beberapa tips & trick tersebut adalah:

  1. Mengubah negative self-talk menjadi positive self-talk
  2. Tulis dan tempel, hal-hal positif di diri kita dan lihat setiap hari
  3. Get support system, sangat penting untuk memiliki orang-orang positif yang mendukung kita untuk melewati masa-masa sulit
  4. Afirmasi diri sendiri, menjadi sahabat untuk diri sendiri
  5. Self care.


Nah, Self Care sendiri terbagi menjadi 3 hal. Baik dalam hal fisik, emosional, dan mental. Dalam hal fisik, kamu dapat berjalan-jalan atau naik sepeda, memulai yoga atau pilates, mandi air hangat dengan sabun favorit, atau pijat dan refleksi. Dalam hal emosional, kamu dapat mencoba untuk menulis jurnal, bernyanyi, bermain dengan peliharaan, atau curhat dengan pihak yang dapat dipercaya. Serta dalam segi mental, kamu dapat mencoba untuk berdoa, mendengarkan motivational speech, membaca inspiring book, membuat bucket list, serta mengikuti volunteers work. Kamu juga dapat memberi reward kepada diri sendiri atas setiap achievements dan milestones dalam menjalani tahap pemulihan ini karena itu merupakan bentuk untuk afirmasi diri sendiri. Selalu meletakan progress di atas perfection dalam menjalani tahap-tahap ini.

Semoga penuturan ini berguna, ya. Tetap semangat! (Cheryl)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k