Langsung ke konten utama

Mengakses Layanan Konseling Online




​“When we talk about our feelings, they become less overwhelming,
less upsetting, and less scary.” - Fred Rogers




Mungkin kamu pernah berusaha bercerita, namun tidak didengar. Lingkungan berkata bahwa yang kamu alami adalah hal ‘biasa’ dan tidak perlu diributkan. Ada serangkaian kejadian yang berputar terus menerus di tempat yang sama, dan kamu sebenarnya lelah. Nggak ada support system untuk sekedar bertanya, pun berkeluh kesah. Atau bahkan, kamu belum menyadari bahwa ini semua tidak baik-baik saja.

Kamu nggak sendiri! Mungkin, ceritamu adalah satu di antara seribu. Ketika tidak ada orang lain yang tahu, kamu bisa pelan-pelan bergerak; menjadi berani. Dan, langkah pertama memang selalu jadi urusan paling mendebarkan—meskipun informasi sekaligus teman yang akan mendengarkan bisa didapatkan di ujung jari. Yep, konseling online bisa menjadi tempat untukmu memulai bercerita, sekaligus mencari bantuan.
Zaman sekarang, konseling online bukan lagi hal yang asing. Olphi dari Sehatmental.id menyebutkan bahwa klien yang pernah bertutur di akun Sehatmental.id tidak hanya mencakup kota-kota besar, namun sampai ke timur Indonesia. Seorang konselor sebaya dari Sehatmental.id juga menyebutkan bahwa konseling online memang bertujuan untuk memberikan pandangan bahwa akses ke tenaga profesional tidak sesulit dan semenakutkan itu.

Apa aja kelebihan konseling online?




-       Konseling online menawarkan kemudahan dan akses jarak jauh. 
Siapa saja yang mencari pertolongan dapat dilayani dengan melampaui batas geografis dan zona waktu. Beberapa layanan konseling online juga gratis.

-       Adanya privasi. 
Beberapa individu masih merasa ada stigma negatif yang melekat untuk mengunjungi konselor atau psikolog. Selain itu, ketika seseorang terjebak dalam kekerasan dan sulit mengakses tenaga profesional secara langsung,  percakapan via online bisa sangat membantu.

-       Klien dapat lebih terbuka menceritakan masalah. 
Ada beberapa orang yang malu untuk bercerita secara tatap-muka, atau merasa menulis adalah pekerjaan yang lebih mudah daripada berbicara. Sehingga proses berkomunikasi lewat tulisan dalam konseling online dapat menjadi sangat nyaman untuk dilakukan.

-       Komunikasi lewat chat dapat memberikan jeda yang cukup. 
Klien bisa berpikir sejenak untuk merangkai kata, memilah emosi, sekaligus menyampaikan perasaan dan pikiran. Klien nggak dibayangi oleh ketergesaan atau paksaan untuk buru-buru bercerita. Sejalan dengan itu, konselor juga mempunyai waktu untuk merefleksikan apa yang disampaikan klien untuk kemudian menyusun feedback yang sesuai.

Kamu sudah ingin mencoba konseling online, tapi masih ragu atau takut ceritamu tidak terjaga kerahasiannya? Olphi, narasumber dari Sehatmental.id menjelaskan bahwa ada prosedur operasi standar untuk setiap konselor sebaya, dan urusan kerahasiaan sudah pasti terjamin. Konselor yang bertugas berlatar belakang pendidikan S1 Psikologi, memahami dasar-dasar konseling, berpikiran terbuka, dan tentunya nggak menghakimi. Tak sampai situ, para konselor sebaya disupervisi oleh psikolog atau psikiater, dan mendapat pelatihan konseling yang dimentori langsung oleh psikolog.

Ibtichal, konselor dari TanyaPsikologi juga menjelaskan bahwa jika ada permasalahan yang lebih tinggi levelnya, maka akan didiskusikan terlebih dulu dengan psikolog supaya tidak salah dalam menyampaikan informasi. Ketika dirasa seorang klien membutuhkan asesmen untuk mengetahui masalahnya, maka konselor akan menyarankan klien untuk menemui langsung petugas profesional.

Perlu kamu ketahui, konseling online yang dilakukan oleh konselor sebaya adalah sebatas mendengarkan secara aktif dan membantu klien lebih memahami masalah yang sedang mereka hadapi. Konseling online bukan untuk mendiagnosa atau memberikan terapi khusus. Klien juga bisa bertanya seputar masalah yang dihadapi, dan konselor sebaya bisa memberikan informasi berupa artikel, sampai rekomendasi psikolog atau psikiater.



Hal yang pasti, konseling online akan mengajak klien untuk merasa berdaya. Selanjutnya, klien diharapkan mampu hidup mandiri dan sehat tanpa bergantung dengan orang yang menyakitinya. Klien juga didorong untuk melaporkan kejadian ke pihak terdekat dan terpercaya. Namun, pada akhirnya, semua keputusan tetap dikembalikan pada klien.
Akhir kata, Ibtichal berharap bahwa layanan TanyaPsikologi dapat lebih luas menyebar manfaat dan menjembatani teman-teman yang membutuhkan diskusi, atau sekedar teman keluh kesah sembari bersama mencari solusi. Hal yang pasti, layanan konseling online memiliki supervisi, sehingga dalam memberikan konseling lebih terarah. Sementara Olphi dari Sehatmental.id menyatakan bahwa untuk speak up di awal memang nggak mudah. Sering denial sama perasaan dan kondisi sendiri, dan belum berani keluar dari lingkaran setan kekerasan oleh pasangan. Tapi semakin larut dalam hubungan yang toxic akan mempermarah diri kita di masa sekarang dan masa depan. Karena itu, yuk mulai bicara dan cari bantuan meski tentunya tidak mudah dan membutuhkan proses :) (Qurrota Aini)


Akun konseling online:
- SehatMental.id
Official Account Line @konseling.online
Jam kerja: setiap hari, pukul 09.00 - 21.30 WIB

- TanyaPsikologi
Official Account Line @tanyapsikologi
Jam kerja: setiap hari, pukul 09.00 - 19.00 WIB

Narasumber:
Sehatmental.id (instagram.com/sehatmental.id)
TanyaPsikologi (instagram.com/tanyapsikologi)

Special thanks to Kak Olphi, Kak Iib, dan Kak Rani

Sumber:
https://www.easna.org/wp-content/uploads/2010/08/WS2B-E-CounselingBeyondtheProsandCons-Handout.pdf

https://www.academia.edu/9833778/INTERNET_FOR_THERAPY_ONLINE_COUNSELLING

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k