Langsung ke konten utama

Mengakses Support Group


Dukungan dalam support group diharapkan dapat meminimalisir beban yang dialami oleh penyintas.



Tak jarang kita mendengar istilah support group, tetapi tahukah kalian arti dari kata tersebut? Menurut diskusi dengan narasumber Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi, Psikolog , support group adalah salah satu terapi konseling yang anggota kelompoknya memiliki pengalaman yang sama. Para anggotanya pun tidak semua terlibat langsung dengan peristiwa yang terjadi, melainkan mereka juga dekat dengan korban yang merasakan dampak langsung dari peristiwa tersebut.  Support group dapat dikenal dengan istilah kelompok dukungan. Kelompok dukungan tersebut biasanya terbentuk untuk menjalankan suatu visi yang sama yaitu mengeskpresikan bentuk kepedulian mereka dalam melakukan terapi konseling terhadap para korban.

Cara yang dilakukan untuk mengekspresikan bentuk kepedulian di dalam support group beragam. Di dalam proses pertemuan berlangsung, umumnya para anggota diminta untuk menceritakan pengalaman mereka kepada sesama anggota lainnya. Masalah-masalah yang telah diuntarkan kemudian didiskusikan dan dicari solusi atau jalan terbaik. Dukungan dalam support group diharapkan dapat meminimalisir beban yang dialami oleh para penyintas.

Masih menurut Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi, Psikolog, di dalam kasus kekerasan oleh pasangan, support group bisa menjadi salah satu alternatif di dalam mengobati trauma yang dirasakan oleh para korban. Support group dibagi menjadi dua macam, yaitu bersifat offline dan online. Tipe offline adalah proses tatap muka antar satu sama lainnya yang dilakukan secara langsung. Sedangkan, tipe online dilakukan melalui media sosial.
Sebelum mengikuti kegiatan support group, kita akan diminta komitmen  ketersediannya, sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung secara optimal. Kegiatan dukungan akan dibimbing oleh konselor atau pihak yang telah memenuhi syarat tertentu. Selain itu, kegiatan ini memiliki fasilitator yang perannya cenderung mengatur keberlangsungan jalannya suatu kegiatan.

Kegiatan dukungan ini tidak hanya dibentuk sebagai wadah sharing, melainkan juga digunakan sebagai sarana penguatan kesehatan mental. Hal ini lantaran terjadi karena anggota-anggotanya memiliki pengalaman atau masalah yang serupa.  Melalui support group, kita akan mencoba terbuka pada forum terhadap masalah yang dihadapi. Adanya prinsip Universality yang ditawarkan di dalam program support group itu sendiri. Sehingga, mereka tidak merasa sendiri di dalam menanggung beban trauma yang mereka rasakan.
Di dalam kelompok dukungan ini, para anggota belajar untuk bersosialisasi kembali. Mereka akan mengekspresikan dirinya melalui kegiatan diskusi. Selain itu, mereka juga diberi kesempatan untuk memberi pendapat terhadap issue yang sedang dibahas. Kegiatan dukungan dapat memberikan dampak positif bagi para korban. Dampak yang umum timbul yaitu dapat meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat kestabilan emosi, serta memberi rasa secure kembali.

Di samping itu, menurut Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi, Psikolog, support group dapat menjalankan salah satu misinya yaitu Instillation of Hope. Di dalam kegiatan yang dijalankan, para anggota diharapkan memiliki harapan yang lebih baik lagi terhadap masa depannya. Hal ini dapat diukur dari seberapa besar mereka sudah bisa bangkit dan berhasil dari keterpurukkan dan trauma yang dialami dari tindak kekerasan. Selain itu, support group juga menjalankan prinsip Imparting Information dan Imitative Behaviour. Sehingga, para anggota dapat memperoleh informasi dan mengikuti contoh yang baik dari sesama anggotanya yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. (Alexandra Fenetta)


Narasumber:
Sri Juwita Kusumawardhani, M.Psi, Psikolog





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k