Langsung ke konten utama

Mengenal Visum



Jika mendengar kata visum, kira-kira apa yang ada di benakmu? Ternyata, visum bukan suatu hal yang menakutkan, kok. HelpNona Expert, dr Ratih Purwarini akan menjelaskan seluk beluk visum untuk  menjadi tambahan pengetahuanmu. Simak tanya jawabanya di bawah ini, ya ...



Apa Itu Visum?
Visum et repertum adalah keterangan (laporan) tertulis yang dibuat oleh seorang dokter atas permintaan penyidik tentang apa yang dilihat dan ditemukan terhadap manusia, baik hidup atau mati atau pun bagian atau diduga bagian dari tubuh manusia berdasarkan keilmuannya untuk kepentingan peradilan.

Buat Apa Visum?
Untuk Penyidik ( kepolisian ) : Mengungkapkan kasus pidana/ kejahatan
Untuk Penuntut Umum ( Kejaksaan ) : Menetapkan pelaku tindak pidana / kejahatan akan dihukum berdasarkan pasal berapa. Tujuannya tentu untuk menentukan hukuman yang sepadan.
Untuk Hakim : Sebagai barang bukti di pengadilan ( pelaku tindak pidana akan dihukum atau dibebaskan )

Bagaimana prosedur permintaan visum?
  1. Korban mendatangi kantor polisi
  2. Polisi membuat surat permintaan visum dengan lengkap.
  3. Korban diantar penyidik untuk melakukan visum di intansi kesehatan
  4. Dokter menerima surat permintaan visum
  5. Dokter akan melakukan pemeriksaan medis kepada korban
  6. Pembuatan Visum et Repertum oleh dokter sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan
  7. Penandatangan Visum et Repertum oleh Dokter pemeriksa
  8. Penyerahan Visum et Repertum ke Penyidik
  9. Korban dikembalikan ke Penyidik untuk penanganan lebih lanjut



Jadi, apabila saya mendapat kekerasan  baiknya ke kantor polisi dulu atau langsung ke klinik & rumah sakit ?
Bisa langsung ke klinik / rumah sakit bila mengalami luka sedang atau berat untuk mendapatkan perawatan karena menyelamatkan nyawa adalah yang utama. Biasanya dokter akan membuat catatan medis terkait hal tersebut. Setelah itu baru kamu bisa ke kantor polisi untuk mendapatkan surat permintaan visum. Ini juga dilakukan untuk menghindari luka/kelainan yang bisa hilang dalam waktu beberapa jam/hari sebelum dilakukan visum.

Apa saja yang diperiksa oleh dokter untuk pembuatan Visum et Repertum ?
  1. Identitas korban ( nama, umur, riwayat penyakit dll )
  2. Korban akan diminta keterangan bagaimana kejadian terjadinya kekerasan
  3. Pemeriksaan : Jenis luka, ukuran, lokasi, bila perlu dilakukan pemeriksaan tambahan (pemeriksaan darah, urin dll)
  4. Adakah gangguan psikis yang terjadi akibat kekerasan yang terjadi ( misalnya depresi berat dll )
  5. Adakah akibat fisik lain yang terjadi akibat kekerasan yang terjadi ( misalnya kehamilan, penyakit seksual dll )


Bolehkan saya mendapatkan hasil visum saya?
Tidak boleh. Visum akan diberikan kepada penyidik untuk keperluan peradilan.

Bagaimana bila saya menolak melakukan visum?
Bila tidak dilakukan visum maka penyidik kepolisian, kejaksaan maupun hakim tidak memiliki salah satu dari alat bukti yang diperlukan untuk menjatuhkan hukuman pada pelaku kekerasan.


Nah, itulah beberapa informasi yang perlu diketahui terkait visum. Jika kamu mengalami kekerasan, ingatlah bahwa yang utama adalah kesehatan dan keselamatan dirimu. Oleh karenanya, mengakses layanan kesehatan juga perlu menjadi prioritasmu.


Narasumber;
dr Ratih Purwarini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu?



HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang.
Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diriMenghargai kebutuhan aktualisasi di…

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

.
Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban.



Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang.
Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya adalah memaksa…

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan?

Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik

2. Kekerasan Psikis

3. Kekerasan Ekonomi

4. Kekerasan Seksual

Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho!

Tahu Apa Itu Revenge Porn?






Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan

Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis


<