Langsung ke konten utama

Berproses Pulih Dari Relasi Dengan Kekerasan




Berani keluar dari hubungan yang gak sehat tentu tidaklah mudah. Baik dengan orang tua, saudara, teman, pasangan, atau rekan kerja.  Sekarang, bagaimana caranya supaya kamu bisa move on dan menjadi pribadi yang lebih baik? CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community memberikan tips singkat khusus untukmu!

First thing first, acceptance
Seseorang akan kesulitan move on jika masih ada pada fase denial atau penolakan. Ide untuk berpisah, meski pun hubungan yang dijalani tidak dalam koridor hubungan yang sehat, tetap saja menyakitkan. Maka sebelum memulai langkah apa pun itu, pastikan diri untuk menerima ketidakberhasilan hubungan ini.

Ambil  sikap, what's next?
Setelah menata hati, mulailah berlatih diri untuk mengambil sikap. Memilih tujuan selanjutnya. Apa yang akan kamu lakukan? Jika ada waktu yang tepat untuk membuka diri untuk banyak kesempatan baru nan positif dalam hidup, tentu ini adalah saat yang tepat.

Memang tidak mudah
Pada akhirnya, fase move on dan kembali menata diri bukan sesuatu yang mudah. Apalagi jika kita menjalani relasi hubungan yang tidak sehat. Ingatlah alasan awal mengapa kamu mengambil keputusan ini. Mengakui dan menjalani semua prosesnya perlahan-lahan adalah satu-satunya yang bisa kamu lakukan.





Source Partner:
CeweQuat
www.cewequat.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k