Langsung ke konten utama

Penggunaan Drugs & Alcohol dalam Kekerasan oleh Pasangan



Alkohol dan obat-obatan bukan pembenaran untuk seseorang melakukan kekerasan



Kenalkah dengan istilah NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya ? Beberapa istilah di atas umumnya mengandung zat Psikoaktif yang masuk ke dalam dan bekerja pada otak. Seramnya, zat-zat tersebut juga akan mempengaruhi mood, pikiran, persepsi, hingga perilaku seseorang, loh.

Penggunaan obat-obatan dan minuman beralkohol umumnya dilakukan seseorang karena ingin ber ’rekreasi ‘, ingin diterima orang lain, mengatasi stres, sampai untuk melupakan masalah yang ada. Sadar atau tidak, faktor-faktor di atas sangat rentan terjadi pada seorang pelaku kekerasan  dan korbannya sekaligus. Seorang pelaku bisa menikmati hal tersebut dan kemudian makin kalap dalam melakukan kekerasan, sebaliknya ada pula korban yang melarutkan diri pada hal-hal tersebut karena dipaksa pasangan, merasa tertekan karena mengalami kekerasan dan ingin melupakan masalah.

Hal yang harus dipahami tentang obat-obatan dan alkohol adalah, keduanya bukan alasan atau penyebab seseorang menyakitimu. Termasuk oleh pasangan sekali pun. Jangan juga terjebak pada alasan-alasan seperti ‘ aku gak sadar melakukannya, soalnya aku lagi mabuk atau ‘kalau aku lagi sadar, gak bakal aku mukul kamu’. Faktanya, obat-obatan dan alkohol akan membuat situasi relasimu semakin tidak sehat karena kedua hal tersebut memicu agresi seseorang. Namun, bukan berarti pelaku bisa bebas dari pertanggungjawaban atas keputusannya menyakitimu. Berikut adalah dampak bagi seseorang yang mengkonsumsi obat-obatan dan minuman beralkohol pada hubungannya:


Buat Pelaku
  1. Obat-obatan dan alkohol akan membuat situasimu dengan pasangan semakin tidak sehat karena memicu agresi dalam diri pelaku.
  2. Pelaku lebih rentan melakukan kekerasan di bawah pengaruh obat-obatan dan alkohol.

Buat Korban
  1. Bukan tidak mungkin sebagai korban berada dalam kondisi dipaksa mengkonsumsi hal-hal tersebut. Jika sudah begitu, kamu sangat rentan mengalami kekerasan lebih dari yang sudah-sudah.
  2. Kamu akan kesulitan membela diri atau mengambil keputusan untuk melindungi diri
  3. Ketika kamu ada dalam pengaruh obat-obatan dan alkohol, kamu beresiko mengalami pelecehan seksual hingga kekerasan fisik.


Jika kamu melihat beberapa perubahan berikut, ada baiknya kamu membuka diskusi yang baik dengan pasangan. Mungkinkah ia telah mengalami adiksi pada obat-obatan?
  1. Perubahan kepribadian
  2. Mood berubah naik turun
  3. Perubahan fisik dan atau kesehatan
  4. Penurunan prestasi
  5. Selalu butuh uang secara berlebihan


Jika kamu memiliki pasangan yang memiliki adiksi terhadap obat-obatan dan minuman beralkohol, pastikan diri untuk selalu awas dan tidak terjebak dalam gaya hidup serupa. Kamu berhak untuk memutuskan keluar dari hubungan tersebut apabila kebiasaannya sudah memicu agresi dan melukaimu. And that’s okay untuk kamu mencari pertolongan, ya.

Referensi:
http://loveisrespect.org

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k