Langsung ke konten utama

Proses Healing Pada Pengalaman Kekerasan Oleh Pasangan



​Apakah benar bahwa penyintas kekerasan oleh pasangan harus menjalani proses terapi dan healing ke psikolog agar bisa pulih sepenuhnya? Jawabannya relatif,



Memang disarankan bagi para penyintas kekerasan untuk meminta bantuan ke tenaga profesional setelah menjalani peristiwa yang penuh trauma tersebut. Namun kita harus tetap ingat, bahwa penyintas harus memiliki motivasi internal untuk sembuh; penyintas tidak boleh dipaksa untuk menjalani proses terapi tersebut. Apabila dipaksa, maka proses terapi atau healing yang dijalani akan menjadi percuma dan tidak ada hasilnya.
Nah, buat kamu yang memiliki sahabat atau kerabat terdekat yang mengalami kekerasan dalam oleh pasangan, yuk jadi lebih peduli!   Di bawah ini adalah beberapa faktor mengapa seseorang bisa bertahan begitu lama dalam hubungan yang penuh kekerasan. Mari simak poin-poin di bawah ini:

Korban pernah mengalami kekerasan lebih parah sebelumnya
Nah, apabila korban kekerasan oleh pasangan pernah mengalami kekerasan yang lebih parah dari lingkup keluarga maupun pertemanan sebelumnya, maka kemungkinan besar ia justru akan menganggap kekerasan yang dilakukan oleh pasangannya merupakan hal yang kecil dan tidak perlu dibesar-besarkan.

Masokis
Masokis merupakan seorang individu yang justru malah mengalami kenikmatan dari rasa sakit fisik maupun psikologis. Apabila korban merupakan seorang Masokis, justru korban akan senang disiksa oleh pasangannya dan tidak akan melaporkan tindakan tersebut. Di sinilah letak masalahnya, karena tindak kekerasan bisa menuju ke arah yang lebih parah apabila tidak ditangani lebih lanjut.

Takut Kehilangan Pasangan
Ada pula korban yang terjebak pada konsep cinta yang salah. Ia akan menerima saja apabila pasangannya melakukan tindak kekerasan. Korban yang seperti ini justru tidak akan meminta bantuan, karena takut kehilangan sang pasangan apabila orang lain mengetahui tindak kekerasan dia alami.

Nah, untuk kamu yang melihat 3 ciri-ciri korban yang tertera di atas, jangan diam saja. Bersuaralah. Dukunglah. Kebanyakan korban kekerasan justru tidak mempunyai motivasi internal untuk meminta bantuan, maka itulah tugas kita untuk membantu mereka.

Sedangkan untuk teman-teman yang sekarang sedang terjebak di dalam hubungan romantis penuh kekerasan, hanya ada satu hal yang perlu kita  lakukan. Sadarilah bahwa hubunganmu tersebut tidak sehat, karena keadaan tidak akan pernah berubah apabila tidak dimulai dari dirimu sendiri. Percaya atau tidak, motivasi internal lah yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap lancarnya proses terapi dan healing terhadap tindak kekerasan.

Untuk lepas dari trauma tindakan kekerasan, salah satu caranya adalah mengikuti proses terapi dan healing dari psikolog atau psikiater. Oleh karena itu, segeralah minta bantuan ke tenaga professional, karena semuanya dimulai dari dirimu sendiri. Jangan lupa bahwa #CintaBukanLuka. (Jennifer Elim)


Narasumber: 
1. Elisabeth W., M.Psi., Psi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k