Langsung ke konten utama

Safety Tips : Women's Self Defense



Gak ada salahnya loh untuk kita belajar women's self defense dalam rangka berjaga-jaga. SOS Safety Community adalah sebuah komunitas safety yang melatih kita untuk bersiap menghadapi kondisi yang mengancam, termasuk ancaman kekerasan oleh pasangan. Di sini, kamu akan dikenalkan pada metode-metode safety training, seperti safety mindset, safety skill, hingga dukungan safety community. Jadi, kamu akan dibekali dengan pengetahuan safety mindset dan skill, bukan sekedar self defense saja. Tujuannya tentu untuk berjaga-jaga saat kamu menghadapi kondisi darurat, sehingga tahu bagaimana harus bertindak menyelamatkan diri.




HelpNona berkesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai seluk beluk women's self defense dengan perwakilan SOS Safety Community, Daniel Laihad. First thing first, SOS Safety Community menjelaskan bahwa komunitas ini adalah komunitas safety yang diperuntukkan khususnya untuk perempuan dan anak-anak. Di sini kita tidak diajarkan untuk bertarung. Melainkan aware pada kondisi-kondisi yang sekiranya mengancam. Selain mempelajari self defense, anggota komunitas juga dibagi tips tentang safety mindset.

SOS Safety Community sendiri bermula dari kesadaran sang pendiri akan tingginya angka kekerasan yang salah satunya menyasar diri perempuan. Nah, SOS Safety Community ada untuk mengedukasi para perempuan agar merasa berdaya untuk mempelajari seluk beluk self defense. Dengan pengetahuan women's self defense, diharapkan kamu akan memiliki dasar-dasar kemampuan untuk melindungi diri. Beberapa hal di bawah ini adalah informasi yang perlu kamu tahu tentang women's self defense :

1. Berapa lama kita bisa menguasai jurus-jurus dalam women's self defense?
Di SOS Safety Community, kamu tidak diajarkan untuk bertarung dan belajar jurus-jurus yang membingungkan. Justru kamu akan diajak untuk awas pada ancaman kejahatan yang mungkin mengancam. Dengan memahami bentuk-bentuk ancaman dan cara mengatasinya. kamu diangggap berdaya untuk mempertahankan diri.

2. Bagaimana kalau aku tidak pandai olahraga dan staminanya tidak kuat? Apa bisa mempelajari women's self defense?
Sangat bisa. Karena kembali lagi, semua tentang mindset. Misal saat kita disiuli orang tak dikenal, perasaan sungkan atau takut atau menegur kerap muncul. Perasaan-perasaan ini mungkin ada karena kita merasa tidak bisa berbuat banyak. Padahal jika kita aware dan tahu triknya, siapa pun bisa mempelajari hal ini dan do something about it.

3. Apa sih manfaat mempelajari women's self defense?
Hal paling utama tentu pola pikir yang lebih terbuka bahwa kita sama sekali tidak lemah, dan sejatinya bisa melindungi diri. Yang kedua, belajar self defense bisa melatih tubuh untuk merespon dengan benar. Yang terakhir, belajar self defense juga bisa membuat kamu lebih fit dan menjaga stamina.

4. Apa bedanya metode women's self defense dengan metode self defense yang umum?
Perbedaan ada pada gerakan yang diajarkan dan penggunaan tenaga. Gerakan women's self defense biasanya sederhana, tapi efektif. Selain itu banyak menggunakan taktik dan pertimbangan timing yang tepat.

5. Tips women's safety saat mengalami keadaan terancam karena pasangan berlaku kasar di tempat tertutup?
Dalam ruang tertutup dan keadaan terancam, ada baiknya untuk tidak serta merta membalas luapan emosi pasangan. Observasi keadaan ruangan, adakah jalan untuk keluar dari tempat tersebut? Jika ya, segera tinggalkan sebelum kekerasan yang dilakukan semakin memuncak. Namun jika tidak ada cara untuk  keluar, carilah waktu yang tepat untuk melumpuhkan pasangan  dengan menggunakan taktik yang sekiranya bisa mengalihkan perhatiannya. Kamu bisa sementara melumpuhkan pasangan dengan menggunakan kunci kendaraan, kunci rumah, dan barang-barang lainnya yang ada di dekatmu. Untuk mengetahui cara penggunaannya bisa mengunjungi website www.sossafetyacademy.com atau Fanpage FB SOS Safety Community ya!

Source : BuzzfeedVideo Youtube Channel
Source Partner:
SOS Safety Cmmunity
Special thanks to Daniel Laihad
www.sossafetycommunity.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k