Langsung ke konten utama

Take Action : Mari Beraksi Bertutur & Berani!


Hal yang harus kita kontribusikan untuk lingkungan bebas kekerasan adalah empati, memiliki sensitivitas pada korban dan solidaritas.
- Christina Yulita ( Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan)-





Ini dia 10 cara seru untuk raising awareness pada lingkungan di sekitar kita tentang stop violence against women! Langkah berani, untuk perubahan yang penuh arti. Because, everyone deserves to be in a safe and healthy relationship. And you can help make that happen.

1. Kasih Tau Pada Orang Sekitar
Cara paling sederhana untuk membuat perubahan adalah dimulai diri kita sendiri. Yuk, buat orang-orang tahu apa yang jadi suara kita, pendapat kita. Let’s get the word out. Lewat diskusi di kantin sekolah tentang relasi sehat, lewat obrolan di meja kantor akan pentingnya saling menghargai antar pasangan,sampai speak out in your community about gender and equality. Beranikah kita bersuara?

2. Ceritakan Kisahmu
Setiap orang pasti punya cerita. Punya alasan kenapa hal ini jadi kepeduliannya. Lalu, apakah alasanmu? Entah karena pengalaman pribadi, kisah orang terdekat, atau sentilan dari dunia sekitar, use your creativity to make a difference! Ceritakan pada dunia lewat tulisan atau lagu-lagu. Lewat coretan gambar yang kamu post di instagram atau tulisan  di blog pribadi.

3. Jadi Agen Informasi
Setelah banyak tahu tentang dinamika gerakan di sekitar kita yang positif, gak ada salahnya kalau kita berbagi pengetahuan tersebut ke teman-teman di sekitar. Tentu akan menyenangkan bukan kalau kita bisa berbagi informasi yang berguna?

4. Count Me In
Ada banyak cara supaya suara kita didengar. Salah satunya adalah dengan ikut berpatisipasi secara langsung. Gabung di komunitas, ikut workshop bareng inisiatif sosial seperti HelpNona, bareng-bareng menandatangani petisi online untuk kasus yang menyentil hati nurani, and many more! We can do sooo much jika benar-benar terjun langsung dalam suatu gerakan. Tambah teman, tambah pelajaran.

5. Being a Role Model
Ya, sebenarnya tanpa banyak bicara pun kita bisa loh melakukan perubahan. Just keep being you dan jadi role model yang baik untuk orang-orang di sekitar kita. Jadilah individu yang mencintai dan menghargai diri sendiri. Kalau sudah begitu, hubungan dengan pasangan yang tengah kamu jalani pun bisa jadi contoh yang baik untuk teman-teman di sekitar.

6. Gak Diam Jika Melihat Kekerasan Terjadi
Jadi berani memang harus melibatkan nyali. Salah satunya adalah dengan gak diam jika melihat kekerasan di sekitar kita terjadi. Tahukah kamu bahwa di Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) No 23 tahun 2004 Republik Indonesia pada pasal 15 telah mengatur kewajiban masyarakat untuk turut melakukan sesuatu bila melihat kekerasan domestik?

Pasal tersebut menyatakan kalau setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga wajib melakukan upaya-upaya sesuai dengan batas kemampuannya untuk
a. Mencegah berlangsungnya tindak pidana;
b. Memberikan perlindungan kepada korban;
c. Memberikan pertolongan darurat; dan
d. Membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan.

Memang sih undang-undang ini mengatur dalam konteks kekerasan dalam rumah tangga, tapi bukan berarti  kekerasan oleh pasangan juga kita biarkan berlalu begitu saja bukan? Apalagi jika hal ini terjadi pada orang terdekat. Pasalnya, setiap orang ‘kan berhak hidup bebas dari kekerasan.

 7. Bergerak Untuk Sahabat Yang Membutuhkan
Memang sih sistem hukum di Indonesia belum sepenuhnya berpihak terhadap korban kekerasan oleh pasangan, apalagi mengenai pemenuhan hak-haknya, baik dalam proses hukum pidana umum mau pun hukum perdata. Saat ini, masih diperlukan perjuangan yang panjang dengan cara melakukan aksi dan meminta banyak dukungan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat serta lembaga pemerintah yang terkait dengan kebijakan nasional maupun internasioanal/ konvensi CEDAW. Namun demikian, payung hukum yang belum melindungi bukan jadi alasan kita untuk berdiam diri saat melihat sahabat gemetar ketakutan, bukan? Belajar dari Undang-Undang No. 23 tahun 2004 mengenai Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), ternyata korban kekerasan domestik berhak loh mendapatkan perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, advokat, lembaga sosial. Ia juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis, penanganan secara khusus berkaitan dengan kerahasiaan korban, pendampingan oleh pekerja sosial dan bantuan hukum pada setiap tingkat proses pemeriksaan, sampai pelayanan bimbingan rohani! Sekali lagi, meski UU ini ada untuk kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga, namun setidaknya kita bisa sama-sama belajar kebutuhan apa yang sekiranya dibutuhkan seorang penyintas jika mengalami kekerasan oleh pasangannya.

Sebagai sahabat yang baik, jika mengetahui sahabat kita mengalami KDP, tentu kita bisa membantu dengan mendengar ceritanya tanpa menghakimi, membantu ia mengakses layanan terkait, atau bantu mengarahkan pada informasi yang empowering.

8. Become a Volunteer
Yuk beraksi lebih dengan jadi relawan dan terjun langsung melihat fakta kekerasan yang ada. Kamu bisa  jadi relawan di komunitas dan NGO khusus perempuan yang menurutmu menarik. Tugas relawan sebenarnya sangat bermacam-macam, tergantung kebutuhan dari tempatmu mengabdikan diri. Tapi sebagai informasi, pasal 23 dari Undang-Undang No. 23 tahun 2004 mengenai Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) menyebutkan kalau dalam memberikan pelayanan, relawan pendamping dapat menginformasikan kepada korban akan haknya untuk mendapatkan seorang atau beberapa orang pendamping, mendampingi korban dengan membimbing korban untuk secara objektif dan Iengkap memaparkan kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya, mendengarkan secara empati segala penuturan korban sehingga korban merasa aman, dan memberikan dengan aktif penguatan secara psikologis dan fisik kepada korban. Wah, ternyata tugas relawan bisa sangat mulia sekali, ya?

9. Start Some Good
Bersuara mulai dari diri sendiri sudah, berusaha jadi role model yang baik sudah, bahkan terjun langsung jadi relawan pun sudah. Ini waktunya kamu untuk start some good. Inisiasi sebuah gerakan yang punya dampak dan menyenangkan! Kamu bisa membuat petisi online, project berbasis digital platform, kumpul-kumpul diskusi dengan anak muda, membuat komunitas, dan masih banyak lagi.

10. Get Political
Siapa bilang perempuan dan anak muda gak bisa terlibat dalam politik? Faktanya, pemerintah senantiasa membuat banyak keputusan dan regulasi terkait hidup kita, loh. Misalnya saja, apakah kamu sadar tentang adanya perda diskriminatif di Indonesia? Kalau kamu punya kesempatan untuk bersuara tentang fenomena kekerasan oleh pasangan pada pihak-piihak yang berkepentingan, pastikan kamu menggunakan kesempatan tersebut, ya :)


Referensi:
http://loveisrespect.org

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu?



HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang.
Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diriMenghargai kebutuhan aktualisasi di…

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

.
Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban.



Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang.
Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya adalah memaksa…

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan?

Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik

2. Kekerasan Psikis

3. Kekerasan Ekonomi

4. Kekerasan Seksual

Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho!

Tahu Apa Itu Revenge Porn?






Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan

Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis


<