Langsung ke konten utama

The Cinderella Complex


Once a man is on hand, a woman tends to stop believing in her own beliefs. 

- Colette Dowling -




Siapa yang enggak kenal Cinderella?

Kisahnya selalu jadi referensi utama untuk mendefinisikan happy ending . Bahwa suatu hari nanti, -kita-,  akan ditemukan oleh Pangeran Tampan berkuda putih. Bahwa nantinya akan ada orang yang menyelamatkan kita dari segala mara bahaya sebelum akhirnya bisa berbahagia. Colette Dowling menyebutnya sebagai Courageously Vulnerable. Keberanian yang rapuh dalam pemikirannya di buku berjudul ‘Cinderella Complex’ tahun 1981.

Tahukah kamu bahwa pakem mengenai perempuan sebagai makhluk yang kontradiktif sudah sejak dahulu diperdebatkan? Kadang kita terlalu semangat berteriak tentang girl power waktu masih saja  mengharapkan sesuatu yang berasal dari luar diri untuk mengubah hidup kita.  Masih  terbiasa untuk give up ketika memperoleh kesempatan yang lebih baik, karena nggak berani menerima tantangan baru. Berdebat tentang  kesetaraan,  meski masih saja tidak berani move on dari sebuah hubungan yang tidak sehat. At least, kontradiksi itu yang disampaikan oleh Dowling dalam pemikirannya. 

Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan yang dihimpun dari berbagai organisasi perempuan termasuk lembaga bantuan hukum serta lembaga-lembaga lain menunjukkan tingginya angka kekerasan berbasis gender dalam hubungan pacaran  terjadi di Indonesia. Pada tahun 2014 jumlah kasus kekerasan dalam pacaran di Indonesia saja berkisar pada angka 1.748 kasus atau 21% dari keseluruhan kasus berbasis gender pada ranah personal. Angka tersebut bukannya tidak mungkin terjadi juga di sekitar kita. Bahkan, mungkin kita sendiri yang mengalaminya.

Nah, sekarang coba kita ingat-ingat. Pernah gak sih kita  merasa gak punya cukup nyali untuk berkata ‘tidak’ waktu pasangan memaksakan kehendaknya sama kamu? Atau pernah gak kamu memilih diam waktu dibentak dan diancam pasangan gara-gara masih  percaya sama quote ‘love will conquer all’?

Faktanya, love doesn’t conquer all. Angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia terbilag masih tinggi. Kalau sudah begitu, akan ada banyak sekali tantangan yang kita hadapi ke depannya. Memiliki kesadaran diri untuk jadi pribadi yang berdaya adalah satu-satunya cara.

Pada akhirnya, menjadi berdaya berarti belajar menentang rasa takut dalam diri. Seperti pula pemikiran Dowling dalam Cinderella Complex, bahwa perempuan yang masih menanti dan selalu menanti pertolongan dari luar dirinya untuk diselamatkan akan kesulitan survive. Mereka yang takut dan tidak pernah berani stand up untuk dirinya sendiri akan sulit punya happy ending, the truth is, we DO need a great great apreciation for ourself. Four our very own. For every girls like us.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

. Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban. Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang. Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya a

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan? Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik 2. Kekerasan Psikis 3. Kekerasan Ekonomi 4. Kekerasan Seksual Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho! Tahu Apa Itu Revenge Porn? Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis Mengakses Support Group Ini Adalah Tips Bagimu untuk Memilih Support System Langkah untuk Mendokumentasikan Kasus Kekerasan Sementara Berikut Adalah Cara Mengakses Layanan Hukum Mengakses Layanan Psikologi Mengakses Layanan Konseling Online Berikut Adalah Safety Plan yang Dapat Kamu Pelajari Saat dalam Keadaan Terancam Bila Orang Terdekat adalah Pelaku Kekerasan oleh Pasangan Terakhir, tanamkan dalam diri bahwa #CINTABUKANLUKA

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu? HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang. Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diri Menghargai k