Langsung ke konten utama

The Power and Control Wheel

The Power and Control Wheel adalah sarana yang dapat membantumu memahami kekerasan apa saja yang dilakukan pelaku dengan menggunakan kuasa dan kontrol yang dimilikinya. Soalnya, pada hubungan yang gak sehat pelaku suka menggunakan kekuasaan dan kontrol untuk memanipulasi korban. Nah, gambar di bawah ini menjelaskan berbagai macam bentuk kekerasan yang bisa muncul dalam kekerasan oleh pasangan.



1. Emotional Abuse
Kebanyakan korban yang mengalami kekerasan biasanya mendapatkan emotional abuse terlebih dahulu. Pelaku bisa saja mencibir korban, merendahkan, atau mengejek. Emotional abuse terasa sangat ringan dan sederhana sampai korban kerap tak menyadarinya. Tapi tahukah? Terbiasa terpapar hal ini membuat korban kerap merasa rendah diri dan merasa tidak pantas dicintai. Jika kamu mengalaminya, segera cari tahu lebih jauh informasinya di sini .

2. Isolation
Kebanyakan pelaku kekerasan dalam relasi personal ingin pasangannya selalu ada dalam ‘radar’ mereka. Ia mungkin membuat korban harus melapor 24 jam penuh. Mengatur siapa saja yang boleh jadi teman di socmed di korban, bahkan menginterogasi sampai melarang korban bertemu dengan support system nya, Dengan begitu, ia merasa bisa menguasai korbannya.

3. Minimizing, Denying and Blaming
Yup! Dengan kontrol dan kuasanya, pelaku kerap membuat korban bingung dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Jika terjadi hal yang gak mengenakkan pada korban oleh pelaku, kemungkinan besar ia akan mengelak dan justru menyalahkan korban. Malah hal tersebut justru dianggap sepele olehnya. Kalau sudah begitu, banyak korban yang merasa bingung dengan apa yang sesungguhnya dialaminya.

4. Economic Abuse
Ternyata masalah power berhubungan banget loh sama keadaan ekonomi kita. Kalau korban keuangannya diatur atau dilarang punya pendapatan sendiri, bisa jadi itu adalah bentuk kekerasan ekonomi yang membuat korban makin bergantung dengan pelaku. Informasi lebih lanjut tentang kekerasan ekonomi di sini.

5. Coercion and Threats
Menggunakan kekerasan dan ancaman adalah bentuk lain dari power & control. Cara ini cenderung dilakukan pelaku untuk menundukkan korban.

6. Using children
Jika korbannya telah memiliki anak, maka anak bisa digunakan sebagai cara untuk menguasai korban oleh pelaku.

7. Using Male Privilege
Mengatasnamakan gender membuat pelaku kerap ‘memiliki’ korbannya. Ia juga merasa korban harus menurut ini itu padanya, simply karena perempuan dianggap harus punya karakter yang lemah lembut dan penurut. Hal itulah yang kemudian digunakannya untuk menundukkan korban.

8. Intimidation
Intimidasi bisa berarti membuat korban takut dengan banyak cara. Mengancam, melempar barang, atau menyakiti orang yang korban sayangi. Bentuk perlakuan ini utamanya muncul dari upaya control & power di awal.

Referensi:
www.awarenow.org : Adolescents Working For Awesome Relationship Experiences (AWARE)
http://www.powerandcontrolfilm.com/wp-content/uploads/2010/04/english_pc.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu?



HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang.
Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diriMenghargai kebutuhan aktualisasi di…

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

.
Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban.



Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang.
Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya adalah memaksa…

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan?

Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik

2. Kekerasan Psikis

3. Kekerasan Ekonomi

4. Kekerasan Seksual

Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho!

Tahu Apa Itu Revenge Porn?






Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan

Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis


<