Langsung ke konten utama

The Power Trio :Self Esteem, Self Worth & Self Respect


“Caramu memperlakukan Diri akan menentukan standar bagaimana orang lain memperlakukanmu.” – Steve Maraboli.




The above quote is like a mirror of self. The mirror of self atau teori cermin diri merupakan gambaran bagaimana seseorang menilai dirinya sendiri. Well.. siapa sih yang tidak menginginkan hidup yang serba mudah? Ditolong, dijenguk jika sedang sakit, disayangi orang sekitar, termasuk menemukan sosok yang kita inginkan untuk menjadi partner hidup.

Nah, hal yang dapat kita lakukan adalah melakukan refleksi pada diri. Bagaimana ya kita menilai diri sendiri? Jika kamu sudah melakukan penilaian tehadap diri sendiri, maka akan timbul resonansi. Ada pun resonansi adalah peristiwa bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penilaian terhadap diri sendiri secara tidak langsung akan mempengaruhi bagaimana orang di sekitar berperilaku terhadapmu. Interesting, huh?

Penilaianmu terhadap diri sendiri mempengaruhi bagaimana usahamu menghargai diri, atau yang lebih dikenal dengan self esteem. Jadi bagaimana usaha kita menghargai diri, dengan berbagai cara, itulah hal yang paling menentukan. Misalnya, memahami kelebihan dan kekurangan diri, berproses untuk belajar, dan melaksanakan kesempatan yang ada di hadapanmu. Semakin kita banyak mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan diri, semakin kita melakukan semaksimal mungkin kesempatan yang diberikan.

Bentuk output dari self esteem adalah usaha
Untuk mengembangkan diri, kita perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan diri. Nah, kelebihan yang kita punya harus ditonjolkan, sedangkan kekurangan dapat kita manage supaya tidak merusak kelebihan yang kita miliki. Biasanya jika kamu sudah melakukan itu, self esteem-mu akan naik. Kamu pun semakin positif terhadap diri sendiri.

Nah, bagaimana kita menghargai diri akan secara otomatis memengaruhi bagaimana seseorang berusaha untuk mengefektifkan setiap hal yang dilakukan, Ini nih yang dinamakan self worth. Ini tentang bagaimana kamu melakukan sesuatu seefektif mungkin untuk diri sendiri atau juga untuk orang lain. Contohnya, kamu ingin bertemu dengan si A, kamu pun harus memperhitungkan berangkat jam berapa, berjanji jam berapa, dan kepentingannya apa, karena self worth itu berkaitan dengan penghematan waktu, energi, pemikiran. Worth it gak sih kita berangkat dari Tangerang ke Jakarta jam 07:00 padahal harus sudah tiba jam 07:30? Hmm.. semoga contoh sederhana ini dapat dimengerti, ya.

Sebenernya self worth berkaitan banget dengan self respect. Bedanya, self worth lebih ke untung rugi, apa sih untungnya buat gue? Apa nih kerugian untuk diri gue? Itu adalah salah satu contoh self worth. Self respect adalah bagaimana kita memegang prinsip hidup untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik dan benar. Contohnya, kita tahu hubungan yang tidak sehat adalah salah. Maka, lebih baik hubungan tersebut tidak dilakukan. Rules,  juga bisa membantu kita menakar self respect yang baik.

Intinya, sesuatu yang tidak balance dari self esteem, self worth, & self respect akan memunculkan masalah-masalah baru, entah itu masalah baru berkaitan dengan orang lain ataupun dengan diri kita sendiri.

Tips untuk meningkatkan self esteem, self worth, & self respect
  1. Kenali diri sendiri dengan baik, ketahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri                 
  2. Identifiksi apa saja yang sudah kita lakukan dan yang belum dilakukan .Contohnya kamu telah berhasil menjadi sarjana, sudah menghasilkan uang, dan achievement lainnya.
  3. Cari tahu tujuanmu ke depan. Salah satu caranya bisa dengan membuat vision board, berisi tentang tujuan ke depan dalam konteks positif untuk menuju ke tujuan
  4. Evaluasi diri, kira-kira self esteem, self worth, dan self respect aku sudah bagus belum ya? Apakah ada pikiran-pikiran negatif yang justru mengganggu? (Ika Mulyana)

 Narasumber:
Masfuukhatur Rokhmah, M. PSI., Psikolog RSU Jagakarsa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Relasi Sehat ?

Kira-kira apakah  hubungan  yang sehat itu?



HelpNona mendapat kesempatan untuk berdiskusi tentang relasi sehat dengan CeweQuat, sebuah women’s mentorship & network program through community. Usut punya usut, ternyata relasi sehat diartikan sebagai hubungan yang menghormati privacy dan kebutuhan berkembangnya individu masing-masing. Lebih lanjut menurut CeweQuat, privasi itu tidak hanya sekedar area intim pasangan, tetapi juga hal-hal yang seharusnya tetap menjadi privasi seseorang, seperti password email, pin ATM, password social media, dan bahkan kebutuhan bersosialisasi masing-masing pihak, serta keinginan pasangan untuk maju dan berkembang.
Bicara lebih lanjut mengenai healthy relationship, CeweQuat juga percaya bahwa hubungan yang sehat akan membawa kedua belah pihaknya hidup progresif dan bisa bersikap suportif. Kalau sudah begitu, untuk menjalin hubungan  yang sehat, kita harus punya kualitas dalam diri yang seperti ini nih: ​ Mengenal diriMenghargai kebutuhan aktualisasi di…

Mengakses Layanan Kesehatan Reproduksi

.
Banyak hal dapat terjadi ketika terjebak dalam hubungan nggak sehat, dan salah satunya adalah kekerasan seksual. Dalam CATAHU 2018 milik Komnas Perempuan, seperti tahun 2017, kekerasan yang terjadi di ranah personal mencatat kasus paling tinggi. Ranah personal berarti pelaku adalah orang yang memiliki hubungan darah (contoh: ayah, kakak, paman), kekerabatan, perkawinan (suami), maupun relasi intim (pernikahan, pacaran) dengan korban.



Di ranah ini, dua persentase tertinggi adalah kekerasan fisik 41% (3.982 kasus), diikuti kekerasan seksual 31% (2.979 kasus). Hal yang lebih memprihatinkan, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal adalah pacar, sebanyak 1.528 orang. Angka ini jelas sangat besar jika dibandingkan pelaku yang menempati posisi kedua, yaitu ayah kandung, sebanyak 425 orang.
Kekerasan seksual nggak hanya berupa pemerkosaan, namun bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Seperti disebutkan oleh Young Adult Abuse Prevention Program (YAAPP), di antaranya adalah memaksa…

Welcome to HelpNona!

Apa Itu Kekerasan oleh Pasangan?

Bentuk Kekerasan oleh Pasangan 1. Kekerasan Fisik

2. Kekerasan Psikis

3. Kekerasan Ekonomi

4. Kekerasan Seksual

Kekerasan Juga Bisa Terjadi di Ranah Online, Lho!

Tahu Apa Itu Revenge Porn?






Berikut Adalah Penyebab Seseorang Melakukan Kekerasan

Sementara Berikut Ini Adalah Dampak Kekerasan oleh Pasangan Secara Fisik dan Psikis


<